Ekonomi

Ternyata Karawang Bukan Hanya Lumbung Padi, Pertanian Palawija pun ada di karawang

on

Karawang, revolusi.news – Tumbuh suburnya pertanian Palawija di Kabupaten Karawang yang membuat karawang tidak hanya dikenal sebagai kota dengan pangkal perjuangan saja tetapi palawija pun pertumbuhannya subur makmur di tanah pangkal perjuangan ini.
Terlihat setiap hari aktivitas para Patani juga sangat sibuk dengan menggarap tanamannya.

Bisa di katakan “Pak sikrun” selaku ketua para petani palawija mengharapkan harga jual di pasar itu jangan sampai naik turun kalau bisa harga palawija tetap stabil.

Begitu palawija tersebut dikirim ke pasar pasar induk yang ada di kota seperti, pasar induk Cibitung, pasar induk keramat jati, pasar induk Cikopo dan pasar induk tanah tinggi.

Pertanian Palawija

“Harapan para petani berharap agar harga rempah-rempah palawija jangan sampai naik turun karena dari mulai harga pupuknya saja sudah pada naik namun harga pasar masih saja tidak stabil” tutur ketua petani palawija Karawang yang biasa di kenal dengan nama Bos sikrun ketika ditemui awak media revolusi Sabtu 24/5/2018.

Kami beserta para petani setiap hari memetik tanaman palawija itu hampir menghasilkan 10 sampai dengan 20 Tonase,tapi bukan palawija timun saja akan tetapi pare,dan Terong ungu.

Harapan para petani tersebut kami minta pupuk,poska,mutiara,cantik,dan blower, harga dari pupuk tersebut ,
pupuk poska Rp. 240.000/kwintal
Pupuk mutiara Rp. 900.000/kwintal
Pupuk cantik Rp. 880.000/kwintal
Pupuk blower Rp. 940.000/kwintal

“Dengan harga yang terlalu mahal itu mana kami bisa mensejahterakan keluarga,sedangkan harga palawijanya naik turun” ujar Ketua Petani Palawija tersebut.

Sperti yang di ungkapkan oleh Ketua Petani Palawija tersebut memang harga tidak pasaran yang tidak stabil membuat mereka sulit untuk memprediksi dan menutupi kerugian yang terjadi pada saat panen hasil tersebut.

Karawang, revolusi.news – Kabupaten Karawang tidak hanya dikenal sebagai kota dengan pangkal perjuangan saja tetapi palawija pun pertumbuhannya subur makmur di tanah pangkal perjuangan ini.
Terlihat setiap hari aktivitas para Patani juga sangat sibuk dengan menggarap tanamannya.Bisa di katakan “Pak sikrun” selaku ketua para petani palawija mengharapkan harga jual di pasar itu jangan sampai naik turun kalau bisa harga palawija tetap stabil.Begitu palawija tersebut dikirim ke pasar pasar induk yang ada di kota seperti, pasar induk Cibitung, pasar induk keramat jati, pasar induk Cikopo dan pasar induk tanah tinggi.”Harapan para petani berharap agar harga rempah-rempah palawija jangan sampai naik turun karena dari mulai harga pupuknya saja sudah pada naik namun harga pasar masih saja tidak stabil” tutur ketua petani palawija Karawang yang biasa di kenal dengan nama Bos sikrun ketika ditemui awak media revolusi Sabtu 24/5/2018.Kami beserta para petani setiap hari memetik tanaman palawija itu hampir menghasilkan 10 sampai dengan 20 Tonase,tapi bukan palawija timun saja akan tetapi pare,dan Terong ungu.Harapan para petani tersebut kami minta pupuk,poska,mutiara,cantik,dan blower, harga dari pupuk tersebut ,
pupuk poska Rp. 240.000/kwintal
Pupuk mutiara Rp. 900.000/kwintal
Pupuk cantik Rp. 880.000/kwintal
Pupuk blower Rp. 940.000/kwintal”Dengan harga yang terlalu mahal itu mana kami bisa mensejahterakan keluarga,sedangkan harga palawijanya naik turun” ujar Ketua Petani Palawija tersebut.Sperti yang di ungkapkan oleh Ketua Petani Palawija tersebut memang harga tidak pasaran yang tidak stabil membuat mereka sulit untuk memprediksi dan menutupi kerugian yang terjadi pada saat panen hasil tersebut.

Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Asep S
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija
Pertanian Palawija

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *