Kesehatan

Terjadi Pembiaran Terhadap PT. Pindo Delli 2 , Warga Jadi Tumbal Kebocoran Gas

on

Karawang, revolusi.news – Insiden kebocoran gas PT. Pindo Delli 2, menyebabkan keracunan massal kembali terjadi di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang Senin malam (14/5/2018). Sekitar pukul 22.00 WIB, tiba-tiba warga sekitar mencium bau menyengat dari arah pabrik. Diduga kuat, hal itu terkait kebocoran gas.

“Bau banget, mata juga terasa perih, pusing dan sesak nafas,” kata Sapti (55) salah satu korban saat ditemui di rumah sakit Rosella, Karawang, Selasa (15/5/2018).

Sapti adalah satu dari 16 warga yang keracunan akibat terpapar coustic soda dari PT Pindo Delli 2. Selain Sapti, 6 anggota keluarga lainnya juga mengalami gejala yang sama. “Rumah kami kebetulan memang dekat dengan pabrik,” ungkap dia.

Sapti bercerita, bukan kali ini, insiden keracunan massal itu terjadi. Seingat dia, kejadian serupa kerap terjadi setiap tahun.
“Tahun lalu pernah kejadian dua kali. Baunya (gas) mirip. Banyak juga yang dirawat,” kata Sapti dalam keadaan lemas.

Insiden kebocoran coustic soda pernah terjadi dua kali pada tahun 2017 lalu.

Akhir Mei 2017 lalu, 8 warga dibawa ke rumah sakit Delima Asih, Karawang akibat menghirup gas berbau menyengat dari arah pabrik anak usaha Sinar Mas itu. 5 bulan kemudian, pada Rabu pagi (8/11/2017), 11 orang dilaporkan pusing, mual dan lemas setelah menghirup gas coustic soda dari PT. Pindo delli 2.

Kebocoran gas beracun PT Pindodeli 2 menyebabkan ibu hamil muda ini tergolek di ruang rawat RS Rosela. Alis, wanita muda ini tergolek lantaran menderita sesak, mual, dan sempat pingsan akibat menghirup gas beracun yang keluar dari PT Pindodeli pada Senin (14/5/2018) malam.

Puteri pasangan, Eneng dan Wata ini, terlebih dahulu dilarikan ke Klinik Azahra pada pukul 22.00 WIB. Menurut Eneng, karena tak kunjung membaik, maka korban dirujuk ke RS Rosela untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Hamil anak pertama, sempat dulu dua kali keguguran, ini yang ketiga,” sambung Eneng.

Senada dengan salah seorang perawat RS Rosela, korban, Alis, kondisinya mulai membaik. Namun, terkait janin  yang ada di perut korban masih harus menunggu dokter yang menanganinya. “Kata keluarganya sudah dua kali keguguran, ini hamil ketiga usia kandungan baru 2 bulan,” katanya.

Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya, yang membesuk Alis sempat berbinncang dengan keluarga korban menanyakan kondisi terakhir korban. “Sudah membaik, semoga lekas pulih ya,” singkatnya kepada Wata, Ayah Korban.

Sejak tahun lalu hingga saat ini, belum pernah ada tindakan hukum terhadap insiden ini. Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya menyatakan masih meminta keterangan sejumlah saksi dan korban.

“Kita masih selidiki, apakah kasus ini memang ada kelalaian atau tidak. Sejumlah keterangan masih kita kumpulkan. Ini kejadian yang sudah berlangsung ke sekian kalinya,” setelah menengok 16 korban keracunan di rumah sakit Rosella.

Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Marozak St
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *