Ekonomi

TERANCAM GAGAL PANEN, PETANI DIDESA NEGLASARI KEC. PAGADEN BUTUH BANTUAN.

on

SUBANG.revolusi news.- Subang adalah lumbung padi kedua di jawabarat ,masyarakat kabupaten subang identik dengan pertanian terutama padi,kacang panjang dan jenis tanaman palawija lainnya.

Musim tanam Padi tahun ini, petani Desa neglasari kampung Karsinem teriak dengan permasalahan air, irigasi yg di harafkan tidak bisa mencukupi dan air hujan juga sangat minim.

Menurut petani karsinem desa neglasari pa wawan R , bahwa persoalan iar buat sawah mereka bukan lah yang pertama, dan biasanya mereka meyikapinya dengan swadaya, membeli pipa plasti yang panjangnya kurang lebih satu kilo untuk mengambil Air dari tarum timur paparnya.

Atas kondisi ini, petani mengharapkan bantuan dari pemerintah berupa mesin pompa air yang bertenga besar ,sehingga di saat musim seperti kemarau seperti sekarang ini petani tidak kekurangan air, sehingga tidak berdampak pada hasil panen dan di areal KARSINEM ini bisa panen seperti daerah tarum timur sebelah utara .

Pati desa Karsinem juga meminta agar mereka jangan di anak tirikan pemerintah Kabupaten Subang, memgingat selama ini belum ada pihak pemerintah dari dulu memeperhatikan lahan pertanian mereka.

Pihak pemerintah Desa NEGLASARI kec.pagaden kab.Subang JUMHUR SURAPANG mengatakan lahan yg terancam gagal panen antara 50-60 hektar masyarakat di kami sangat menjerit dengan keadaan seperti ini karen irigasi yg dari cinangka saat ini tidak sampai ke areal kami. Dan masyarakat di himbau untuk swadaya dan berusaha untuk bagi mana caranya mau dari sumur PANTEK dan sedit dari tarum timur yg jaraknya hampir 1.3 km.

Pihak desa juga menambahkan bahwa sebetul petani yg ada di KARSINEM desa neglasari ini sudah banyak mengeluarkan biaya untuk kebutuhan air sawahnya, dan meyampaikan harapan dari masyarakat tani yang ada di desa NEGLASARI kec. Pagaden ini agar pemerintah Kabupaten Subang mau memikirkan dan memberikan solusinya demi kemakmuran rakyata NEGLASARI khususnya umumnya subang.

Editor    : Redaksi
Jurnalsi : Tarpin
Copyright ©2018 Media

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *