Beranda Desa Sarat PUNGLI, Kades Desa Ranca Mulya Di Somasi LSM

Sarat PUNGLI, Kades Desa Ranca Mulya Di Somasi LSM

11
0
Desa Ranca Mulya

Subang, Patokbeusi, revolusi.news – Kades Desa Ranca Mulya Di Somasi LSM, lantaran program pembuatan SERTIFIKAT Gratis yang di gagas oleh pemerintah pusat tersebut bahwa Pembuatan sertifikat melalui program PTSL tidak gratis, seorang Kepala Desa bukannya membantu meringgankan beban masyarakat.

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL ) adalah program pembuatan SERTIFIKAT Gratis yang di gagas oleh pemerintah pusat, bertujuan untuk memudahkan Masyarakat yang ingin memiliki bukti surat kepemilikan Tanah ( SERTIFIKAT), Namun Tujuan pemerintah pusat untuk meringankan Masyarakat sering disalah gunakan oleh oknum – oknum yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadinya,tidak terkecuali di Kab Subang Jawa Barat,tepatnya Desa Rancamulya I Kecamatan Patok Beusi, Subang, 09/06/2018.

Selaku Kepala Desa ( Woyo ) bukannya membantu meringgankan beban masyarakat, khususnya warga desanya malah dia memerintahkan bawahannya ( Rt dan Kadus ) untuk meminta uang sebesar Rp 300.000 hingga 1 juta Rupiah kepada warga yang mengikuti Program PTSL tersebut.

Untuk mengetahui lebih jauh dan lebih jelas, Awak Media REVOLUSI NEWS bersama Ketua DPC Lsm KOMPAK Subang SUNARTO AMRULLAH melakukan investigasi ke lapangan, dan hasil dari investasi didapat keterangan dari desa setempat bahwa Pembuatan sertifikat melalui program PTSL tidak gratis, dan warga masyarakat dibebani Rp 500.000 ( Lima Ratus Ribu Rupiah ) oleh Rt dan Kades.

“Gak ada pembuatan Sertifikat gratis, saya dan warga yang lain dimintai oleh pak RT dan Pak Kadus sebesar Rp 500.000 untuk Satu surat,kalau di Desa RANCAMULYA program PTSL ini sejak tahun 2017 sama diminta uang segitu malah sampai 2 juta ” ungkap salah seorang warga yang enggan di sebutkan. namanya dan diamini oleh warga yang lain.

Awak Media Revolusi Bersama ketua DPC LSM kompak Subang menyambangi Kepala Desa Rancamulya di kediamannya,guna mengklarivikasi informasi yang kamu dapat dari masyarakat, saat ketua DPC LSM kompak Subang mempertanyakan tentang adanya informasi dari warga yg dumintai sejumlah uang untuk proses pembuatan Sertifikat melalaui Program PTSL Kades Woyo pun membenarkan “iya benar saya memungut Uang sebesar Rp 300.000 kepada warga yang ikut program PTSL melalui Kadus dan RT, karena saya tidak mau rugi seperti Program tahun 2017 saya rugi 40 juta,dan saya memungut uang tersebut karena pengeluarannya mencapai 200.000 persurat, ada buat pembelian materai, untuk beli bambu sebagai batas,untuk upah pengukuran yang dilakukan oleh kades dan RT ” ungkapnya kepada awak media Revolusi News dan kepada ketua Dpc lsm kompak subang.

Atas dasar keterangan warga masyarakat desa Rancamulya dan Kades Wayo terdapat keterangan yang berbeda ,pertama tahun 2017 kades juga melakukan pungutan, Tahun 2018 Kades memerintahkan bawahannya memungut biaya sebesar Rp 200.000 akan tetapi faktanya masuarakat di bebani samapai Rp 500.000.

Ketua Dpc Lsm Kompak Subang melayangkan surat somasi kepada Kades Rancamulya. Yang isinya agar Kades menyelesaikan dan mengembalikan uang hasil pungutan tersebut kepada Warga, dan jika surat tersebut diabaikan maka akan dilanjutkan kepada proses pelaporan kepada tim saber pungli.

Demikian ungkap Ketua Dpc Lsm Kompak Subang Kepada Awak Media Revolusi News “saya selaku ketua Dpc lsm kompak Subang, sudah melayangkan surat Somasi kepada Kades Rancamulya yaitu lurah Woyo,yang pada intinya menegur kades dan meminta agar uang tersebut di kembalikan kepada warga masyarakat peserta program PTSL,jika surat kami tidak di indahkan,akan kami lanjutkan keproses pelaporan kepada Presiden Jokowi dan kepada tim Saber pungli ” pungkas ketua Dpc lsm Kompak subang Sunarto Amrullah.

 

Editor : Redaksi
Jurnalis : Sunarto A
Copyright ©2018 Media Revolusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here