Komunitas

Revolusi Industri 4.0 : Implementasi Teknologi Berbasis AI

By

on

Zaman revolusi industri generasi keempat inilah anak muda, khususnya mahasiswa, menjadi motor implementasi teknologi berbasis artificial intelligence (AI). Mereka menjadi sumber ide sekaligus menerapkannya secara tepat dan berguna.

Fenomena tersebut mendorong Universitas Tarumanegara Jakarta menyelenggarakan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 regional II pada Sabtu, 12 Mei 2018.

Menurut Rektor Universitas Tarumanagara, Agustinus Purna Irawan, teknologi robotik sejalan dengan kebutuhan industri saat ini. Peran teknologi, kata dia, tidak dapat dihindari. “Kesiapan untuk menyambut era ini harus dimulai dari perguruan tinggi,” kata Agustinus, Selasa, 15 Mei 2018.

Acara tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Intan Ahmad. Dikatakannya, teknologi robot semakin relevan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0. “Mahasiswa Indonesia mempunyai potensi untuk menguasai teknologi dan maju serta bersaing secara internasional,” kata Intan.

Kegiatan KRI merupakan yang kedua kali digelar di Universitas Tarumanagara. Sebelumnya acara yang sama digelar pada 2014. Kali ini peserta KRI sebanyak 95 tim dari 44 perguruan tinggi. Ke-44 institusi pendidikan tersebut berasal dari Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan.

Nantinya, para pemenang KRI 2018 regional II ini akan diuji tanding Juli mendatang, untuk mendapatkan tiket ke putaran kejuaraan robotik tingkat dunia.

Pelaksanaan lomba terbagi atas lima divisi, yakni kontes robot pemadam api, kontes robot seni tari, kontes robot sepakbola humanoid, kontes sepakbola beroda dan kontes robot lempar bola.

Kontes ini menjadi bagian dari revolusi industri, di antaranya ditandai oleh penciptaan kendaraan tanpa pengemudi, robot pintar, serta perkembangan neuroteknologi. Di sini manusia lebih mengoptimalkan fungsi otak (artificial intelligence).

Salah satu tim peserta dari Bandung, yaitu Sofian dan Rizki. Keduanya mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Selama tiga bulan mereka menyiapkan robot andalannya untuk kontes. “Persiapannya sejauh ini lancar saja,” kata Rizki.

Editorial : (Tim Redaksi)
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *