Desa

Rekening Desa Jadi Jaminan Hutang, Bukan Isapan Jempol

By

on

Karawang, revolusi.news – Dugaan tentang rekening desa yang dijadikan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari satu koperasi dengan suku bunga yang tinggi, oleh beberapa kepala desa (Kades) di Kabupaten Karawang bukanlah isapan jempol belaka. Tindakan menjaminkan rekening desa untuk mendapat pinjaman belakangan diakui oleh salahsatu kades yang pernah mengalaminya.

Diakui Kades Mulyajaya Kecamatan Kutawaluya, Endang yang mengatakan bahwa dirinya pernah melakukan hal tersebut beberapa waktu silam, saat dirinya masih baru menjadi Kades Mulyajaya. Hanya dirinya segera menyadari bahwa tindakan menjadikan rekening desa sebagai jaminan atas pinjaman tersebut adalah salah dan hanya akan merugikan diri sendiri.

“Tindakan menjaminkan rekening desa untuk mendapatkan pinjaman dari koperasi itu benar-benar ada, dulu saat membangun prototype kantor desa, kita kekurangan dana, dan untuk menutup kekurangan tersebut kita ambil swadaya masyarakat. Ya namanya juga masyarakat, tidak bisa langsung terkumpul, jadi saya putuskan untuk mencari dana talang dari luar,” papar Endang kepada “Revolusi. Sabtu (14/7) melalui sambungan teleponnya.

Dengan menjadikan rekening desanya sebagai jaminan, lanjut Endang, saat itu ia mendapatkan pinjaman sebesar Rp 50 juta dengan bunga 10% per bulannya dari sebuah koperasi. Dengan janji akan dibayar saat ada anggaran yang turun atau cair.

“Ya kalau Kadesnya tidak bisa mencari uang diluar pasti susah untuk mengembalikannya. Itu bukan rumus tapi pasti, dari pinjaman Rp 50 juta, dalam satu bulan kita kena bunga Rp 5 juta, nah kalau menunggu anggaran cair selama 3 bulan, ya kita kena bunga Rp 15 juta ditambah pokok Rp 50 juta, total harus mengembalikan Rp 65 juta,” beber Endang.

Endang menambahkan, senada dengan apa yang pernah diungkapkan sekertaris APDESI, Alek Sukardi. Ia berharap pada Pemkab untuk segera melakukan tindakan preventif dengan merangkul lembaga keuangan daerah, yang ada di kabupaten Karawang, untuk memberikan pinjaman kepada para Kades yang terlibat dengan jaminan penghasilan tetap (siltap) Kades sebagai solusi, agar efek pinjaman kepada koperasi dengan bunga tinggi tidak mengganggu berjalannya pembangunan di pedesaan.

“Dari pada menjaminkan rekening desa, ya mending menjaminkan SK Kades kalau bisa untuk mendapat pinjaman. Mungkin itu bisa menjadi solusi dan pembinaan kepada para Kades yang terlanjur meminjam,” pungkasnya.

Sementara itu seorang pemerhati kebijakan publik, Ridwan Alamsyah mengatakan bahwa pemkab Karawang harus segera bertindak. Menurutnya tindakan para Kades tersebut jelas-jelas telah melanggar aturan.

“Pemkab melalui DPMD dan Inspektorat jangan terkesan menutup mata dengan berbicara hanya memiliki kewenangan pembinaan dan cenderung mau melempar tanggungjawab kepada camat setempat. Dinas ini bina, Inspektorat bina, lalu kalau para Kades ini tidak bisa dibina siapa yang tugasnya membinasakan para kades nakal ini?,” tegasnya.

Masih menurut Ridwan, jika hal ini dibiarkan tidak diproses maka akan terus ada Kades-kades tak bertanggungjawab yang berani menggadaikan aset pemerintah seperti rekening desa demi kepentingan pribadi. Dikatakan Ridwan mata rantai tersebut harus diputus, dengan tindakan tegas dari Bupati atau Wakil Bupati untuk melakukan pemeriksaan atau Inspeksi mendadak atas keberadaan rekening desa tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

“Agar jelas Kades mana saja yang melanggar aturan. Dengan mendengar paparan Kades Mulyajaya dapat dipastikan pembangunan di pedesaan bakal terganggu, dan jangan-jangan ada udang dibalik batu, maksudnya, dengan bunga 10% per bulan yang diterapkan, diduga sangat memungkinkan ada kongkalikong antara pemilik koperasi atau pemilik modal, dengan pejabat pembuat keputusan tentang kapan satu anggaran bisa di distribusikan atau cair, dengan tujuan agar tenor atau lama pinjaman kades menjadi panjang dan bisa membuat pemilik modal mendapat untung lebih besar,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Jurnalis : Asep S
Copyright ©2018 Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *