Pemerintahan

Proyek Pengerjaan Perbaikan Infrastruktur Masih Terkendala

on

Bandung, revolusi.news – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta untuk secepatnya melakukan tender terhadap proyek pengerjaan perbaikan infrastruktur jalan. Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra mengatakan lambatnya perbaikan infrastruktur jalan di tahun ini dikarenakan persoalan tender yang belum rampung. Sehingga, pengerjaan perbaikian jalan menjadi terhambat.

“Saya minta dinas terkait agar bisa mempercepat proses tender dan kemarin saya sudah bertemu dengan jajaran dari dinas PUPR terkait pengerjaan jalan di tahun ini,” kata Yayat usai menghadiri acara Pelantikan Pengurus PWI KBB di Ngamprah, Selasa (8/5).

Dia mengaku akan terus memantau setiap dimas untuk menuntskan semua program termasuk soal infrastrukur jalan. Pasalnya, sisa waktu jabatannya hanya menyisakan 70 hari lagi.

“Waktu saya menjabat hanya 70 hari lagi, saya minta setiap dinas bisa lebih fokus untuk mengerjaan program yang sudah direncanakan. Apalagi soal jalan ini sebelumnya sudah dimasukan pada APBD yang di dalamnya ada paket-paket jalan yang harus dikerjakan,” ujarnya.

Selain soal infrastruktur, Yayat juga berkomitmen disisa jabatannya ini ingin memberikan hal berbeda terkait dengan perizinan. Diakuinya, di Kabupaten Bandung Barat dikenal dengan sulitnya mengeluarkan izin dan biaya yang mahal.

“Saya akan terapkan perizinan yang cepat tanpa ada biaya yang mahal. Itu juga salah satu kebijakan saya disisa masa akhir jabatan,” ujarnya.

Menurut Yayat, sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah selama memimpin lima tahun terakhir tepatnya sejak 2013-2018 ini, pihaknya sudah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) kepada DPRD Kabupaten Bandung Barat pada pekan lalu. Dalam LKPJ tersebut, disampaikan juga di antaranya soal pelayanan kepada masyarakat di bidang infrastruktur jalan.

“Kita sudah menyampaikan LKPJ masa akhir jabatan. Saya sampaikan di paripurna soal capaian kinerja pemerintah yang merupakan buah hasil dari sinergitas antar SKPD,” terangnya.

Sebelumnya, Kondisi Jalan Raya Batujajar yang berada di dua wilayah Desa Batujajar Barat dan Desa Galanggang Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB), kondisinya sudah lama dibiarkan rusak. Jalan yang tepatnya tidak jauh dari Terminal Batujajar itu mengalami kerusakan sekitar 300 meter.

Abah Oyok (59) warga Kampung Warung Pulus RT 05 RW 12 Desa Galanggang Kecamatan Batujajar KBB menyebut jalan itu tidak diperbaiki sejak tahun 2010. Padahal, sebelumnya sempat diperbaiki oleh Kades Batujajar Barat.

“Itu pun hanya tambal sulam namun saat ini belum juga diperbaiki,” kata Abah kepada Pasundan Ekspres, Senin (7/5).

Hal senada diungkapkan, Ketua RW 09 Desa Galanggang, Endang Hermawan mengatakan, Dinas PUPR KBB menjanjikan akan memperbaiki jalan yang rusak pada Maret lalu. Namun, hingga saat ini jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

“Sebetulnya jalan rusak hanya di situ dari mulai masuk Batujajar Barat hingga pangauban rusak berat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, titik kerusakan terberat berada di wilayah Galangang yakni di RW 14, 12, 9 dan 18 depan Desa Gelangang. Untuk itu, di meminta Pemkab Bandung Barat untuk segera memperbaiki jalan tersebut.

“Kami hanya ingin jalan segera diperbaiki. Jadi jangan disangkut pautkan dengan kejadian persoalan hukum bupati saat ini, pelayanan masyarakat harus jalan terus,” Ungkapnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *