Hukum dan Kriminal

Napi Teroris Hanya Bertahan 40 Jam, Polri Sukses Bebaskan Sandera Tanpa Negosiasi

By

on

Depok, revolusi.news -Polri masih melakukan negosiasi terkait penyanderaan Bripka Iwan Sarjana oleh napi teroris. Penyanderaan ini buntut dari rusuh di Mako Brimob pada Selasa (8/5).

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan awal mula kerusuhan terjadi karena adanya keributan yang dilakukan tahanan karena urusan makanan.

Napi Teroris, Polri Sukses Bebaskan Sandera Tanpa Negosiasi

Tahanan kasus terorisme Wawan, tersangka kasus Bom Pandawa, disebut Setyo menjadi pemicu keributan sehingga mempengaruhi tahanan/napi lainnya.

“Siang atau sore, ini kan ada makanan yang dititip keluarga. Katanya nitip ke Pak Budi (petugas). Pak Budi sedang tidak tugas atau sedang keluar, jadi dicari-cari nggak ada. Dia bikin ribut, goyang-goyang, si Wawan (menanyakan) mana titipan makanannya. Ribut, ribut, sehingga memicu yang lain,” ujar Setyo kepada wartawan di Mako Brimob Depok, Rabu (9/5/2018).

Pada sore ke malam hari, napi/tahanan terorisme mulai menjebol terali sel. Mereka juga menyerang polisi penjaga yang sedang berpatroli di blok tahanan.

“Ada yang bawa senjata tajam juga. Di dalam mungkin sudah disiapin.” ujar Setyo.

Dalam kerusuhan ini, ada 5 polisi yang gugur. Kelimanya adalah Briptu Luar Biasa Anumerta Fandy Nugroho, Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

Operasi penyanderaan dan pembunuhan sadis yang dilakukan napi terorisme di Mako Brimob selesai. 146 napi terorisme menyerahkan diri sebelum diserbu, 10 lainnya terpaksa diserbu dalam sebuah operasi.

“Dengan standar operational procedur internasional, maka aparat melakukan tindakan ultimatum, bukan negosiasi, menyerah tanpa syarat atau mengambil risiko aparat keamanan di Indonesia, ultimatum, dengan batas waktu tertentu,” kata Menkopolhukam Wiranto di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018).

Serbuan itu, kata Wiranto, dilakukan sebelum fajar. Sebanyak 145 napi terorisme menyerah dan menyerahkan senjatannya. “Tanpa syarat, tidak ada negosiasi,” kata Wiranto.

Sementara itu, sebanyak 10 napi terorisme yang tidak menyerah terpaksa diserbu yang sebelumnya direncanakan dan terukur.

“Bagi sisa teroris yang tidak menyerah, maka aparat keamanan melakukan serbuan yang telah direncakan di lokasi mereka,” kata Wiranto.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Syafruddin menegaskan kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok telah berakhir setelah berlangsung selama sekitar 36 jam. Operasi penanggulangan berakhir sekira pukul 07.15 WIB, Kamis (10/5/2018).

“Alhamdulillah kita dapat menanggulangi ini dengan meminimize korban. Operasi berakhir 7.15 tadi, sudah selesai,” ujar Wakapolri dalam jumpa pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5).

Ia menyebut seluruh tahanan sebanyak 156 orang telah menyerahkan diri. “99 Persen seluruhnya bisa terselesaikan tanpa ada korban lagi. Ini masih proses sterilisasi. Seluruh napi telah menyerahkan diri,” tegasnya.

Sebelumnya, terdengar ledakan sebanyak sekitar 6 kali di sekitar lokasi. Terkait hal itu, Wakapolri menyebut ledakan merupakan upaya sterilisasi dari petugas.

“Ledakan yang didengar itu petugas sedang melakukan sterilisasi,” tandasnya.

Editorial : (Tim Redaksi)
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *