Desa

Padi Raksasa 2 Meter Dari Blitar

on

Blitar, revolusi.news – Baru-baru ini ramai di bicarakan oleh para petani seluruh Indonesia tentang kemunculan fenomena padi raksasa dari Blitar. Padi raksasa ini bisa mencapai tinggi hampir 2 meter dengan jumlah bulir sebanyak 800-900 permalai. varietas baru ini dibernama PIM kepanjangan dari Petani Indonesia Menggugat.

Pada pertengahan maret lalu menulis tentang seorang petani padi bernama Mohamad Diaudin Aridowi yang berhasil menanam padi PIM ini di daerahnya di Desa Combong, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Yang langsung mendapat respon positif dari para petani Indonesia. Udin sapaan akrab petani itu berhasil menanam padi PIM yang dia beli dari seorang penyuluh pertaniaan setempat dengan harga 25 ribu/kg.

Menurut Udin dalam membudidayakan padi PIM tidak ada bedanya dengan vareitas padi lain, yang membedakan hanya masa tanamnya saja yang lebih lama. Malah dalam segi perawatan Padi PIM lebih murah biayanya di banding varietas padi lain, karen pemupukannya lebih cocok dengan menggunakab pupuk kandang dari pada pupuk urea. Selain itu padi PIM juga sangat kuat terhadap serangan hama dan penyakit. hanya saja masa tanam padi PIM ini lebih lama 1 minggu dibandingkan padi lain jelasnya.

Selain masa tanam yang lebih lama, yang mencapai 120 hari setelah tanam, Padi PIM juga rentan dengan kerobohan karena memiliki batang yang tinggi hampir 2 meter dan dengan jumlah bulir mencapai 900/malai maka sangat rentan terjadinya kerobohan apalagi untuk masa tanam 1 yang memasuki musim hujan dan angin.

Editorial : (Tim Redaksi)
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Baru-baru ini ramai di bicarakan oleh para petani seluruh Indonesia tentang kemunculan fenomena padi raksasa dari Blitar. Padi raksasa ini bisa mencapai tinggi hampir 2 meter dengan jumlah bulir sebanyak 800-900 permalai. varietas baru ini dibernama PIM kepanjangan dari Petani Indonesia Menggugat.

Pada pertengahan maret lalu menulis tentang seorang petani padi bernama Mohamad Diaudin Aridowi yang berhasil menanam padi PIM ini di daerahnya di Desa Combong, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Yang langsung mendapat respon positif dari para petani Indonesia. Udin sapaan akrab petani itu berhasil menanam padi PIM yang dia beli dari seorang penyuluh pertaniaan setempat dengan harga 25 ribu/kg.

Menurut Udin dalam membudidayakan padi PIM tidak ada bedanya dengan vareitas padi lain, yang membedakan hanya masa tanamnya saja yang lebih lama. Malah dalam segi perawatan Padi PIM lebih murah biayanya di banding varietas padi lain, karen pemupukannya lebih cocok dengan menggunakab pupuk kandang dari pada pupuk urea. Selain itu padi PIM juga sangat kuat terhadap serangan hama dan penyakit. hanya saja masa tanam padi PIM ini lebih lama 1 minggu dibandingkan padi lain jelasnya.

Selain masa tanam yang lebih lama, yang mencapai 120 hari setelah tanam, Padi PIM juga rentan dengan kerobohan karena memiliki batang yang tinggi hampir 2 meter dan dengan jumlah bulir mencapai 900/malai maka sangat rentan terjadinya kerobohan apalagi untuk masa tanam 1 yang memasuki musim hujan dan angin.

Padi raksasa
Padi raksasa
Padi raksasa
Padi raksasa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *