Hukum dan Kriminal

Money Politik Pemberi dan Penerim Bakal Dijerat Penjara

on

Karawang. revolusi.news.-Berdasarkan undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada pasal 187A dijelaskan jika pemberi politik uang (Money Politik ) akan dijerat pidana.

Tidak hanya pemberi namun warga sebagai penerima juga akan dijerat pidana selama 36 bulan dan maksimal 72 bulan dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Bahkan tidak hanya pemberi dan penerima, namun warga yang menjanjikan akan memberi saja bisa kena pidana.”

“Jadi berdasarkan pasal 187 huruf A ayat 1 dijelaskan jika setiap orang sengaja melawan hukum menjanjikan dan memberi uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga baik secara langsung atau tidak untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, memilih calon tertentu maupun mengajak golput dapat dipidana penjara minimal 36 bulan serta denda Rp 1 miliar,”

Editor : Redaksi
Copyright ©2018 Media Revolusi

Karawang. revolusi.news.-Berdasarkan undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada pasal 187A dijelaskan jika pemberi politik uang (Money Politik ) akan dijerat pidana.

Tidak hanya pemberi namun warga sebagai penerima juga akan dijerat pidana selama 36 bulan dan maksimal 72 bulan dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Bahkan tidak hanya pemberi dan penerima, namun warga yang menjanjikan akan memberi saja bisa kena pidana.”

“Jadi berdasarkan pasal 187 huruf A ayat 1 dijelaskan jika setiap orang sengaja melawan hukum menjanjikan dan memberi uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga baik secara langsung atau tidak untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, memilih calon tertentu maupun mengajak golput dapat dipidana penjara minimal 36 bulan serta denda Rp 1 miliar,”

Editor : Redaksi
Copyright ©2018 Media Revolusi
Karawang. revolusi.news.-Berdasarkan undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada pasal 187A dijelaskan jika pemberi politik uang (Money Politik ) akan dijerat pidana.

Tidak hanya pemberi namun warga sebagai penerima juga akan dijerat pidana selama 36 bulan dan maksimal 72 bulan dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Bahkan tidak hanya pemberi dan penerima, namun warga yang menjanjikan akan memberi saja bisa kena pidana.”

“Jadi berdasarkan pasal 187 huruf A ayat 1 dijelaskan jika setiap orang sengaja melawan hukum menjanjikan dan memberi uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga baik secara langsung atau tidak untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, memilih calon tertentu maupun mengajak golput dapat dipidana penjara minimal 36 bulan serta denda Rp 1 miliar,”

Editor : Redaksi
Copyright ©2018 Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *