Hukum dan Kriminal

Polisi Minta Melapor Jika Ada Indikasi dalam realisasi program swasembada bawang putih

By

on

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat minta para petani melaporkan indikasi “permainan” dalam realisasi program swasembada bawang putih tahun 2017 di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

“Buatkan saja laporannya, nanti kita akan tindaklanjuti,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin di Mataram, Minggu (20/5/2018) dikutip oleh revolusi.news yang di lansir Tribunnews.com.

Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan, persoalan ini dapat saja diusut oleh pihak kepolisian namun alangkah baiknya jika rakyat petani yang merasa dirugikan turut melaporkannya.

Syamsudin mengetahui persoalan ini berdasarkan kabar dari media massa yang menerbitkan pemberitaan terkait keluhan rakyat petani bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Dalam pemberitaannya, para petani mengeluhkan adanya pemotongan jatah benih bawang putih lokal serta permainan jual beli kuota tanam oleh importir (pelaku usaha) yang melaksanakan wajib tanam 5 persen dari kuota impornya di Sembalun.

Karena itu, Syamsudin mempersilahkan kepada petani untuk datang ke Mapolda NTB melaporkan persoalannya. Tentu dengan adanya laporan, pihaknya memiliki dasar informasi untuk memetakan arah dan langkah penyelidikan.

“Memang bagus kalau ada laporan, jadi jelas arahnya,” ujar pejabat melati tiga yang pernah bertugas sebagai penyidik Bareskrim Mabes Polri tersebut.

Pernyataan Syamsudin yang mewakili kinerja Polda NTB, mendapat sambutan hangat dari sekelompok pemuda yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS).

Handanil, ketua SMPS kepada wartawan di Mataram, menyatakan siap mendukung dan membantu kinerja kepolisian dalam mengusut persoalan tersebut hingga tuntas.

“Kalau memang kepolisian benar-benar mau membantu petani, kami sebagai perwakilan masyarakat petani, siap membantu dan mendukung kinerja kepolisian. Kami berharap persoalan ini di usut sampai tuntas,” kata Handanil.

Menurut informasi yang dihimpun pewarta dari data Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, ada 350 ton benih bawang putih lokal dibagikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 Ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan tahun 2017.

 

Editorial : (Tim Redaksi)
Sumber : tribunnews.com
Copyright © 2018 . Media Revolusi

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *