Pariwisata

Mengintip Kehidupan “Hijau” Kampung Sampireun

on

kampung Sampireun

Garut, revolusi.news

Di jawa barat sebagaimana kita ketahui banyak tempat wisata yang nyaman untuk di kunjungi. Mulai dari kota Bandung yang di kelilingi banyak objek wisata baik di utara maupun selatan sampai daerah garut, ciamis dan tasikmalaya yang terkenal wisata khas tradisionalnya.

Di antara beberapa destinasi wisata yang banyak di kunjungi adalah kampung sampireun di garut. Kampung ini sebenarnya tidak banyak berbeda dari banyak kampung lainnya,namun nuansa hijau tanaman menjadi pemikat wisata dari kampung ini.

Kampung sampireun merupakan sebuah resort dengan nuansa perkampungan sunda di ketinggian 1000 mdpl di desa sukakarya,kecamatan samarang, kabupaten garut. Bisa di bayangkan dengan ketinggian ini suasana alamnya begitu sejuk kalau gak bisa di bilang dingin.

Nama Sampireun untuk kampung ini berasal dari nama Situ ( bahasa indonesianya Danau) yang terletak di area kampung ini. Situ sampireun yang luasnya 1 hektar ini menjadi objek wisata paling penting di kampung sampireun. Di sekitar situ ini telah di bangun berbagai fasilitas penunjang wisata seperti hotel,kolam renang, tempat bersepeda, fasilitas olah raga air hingga sauna.

Hidup di kampung sampireun seperti hidup di sebuah alam yang serba hijau. Di tengah perkampungan kita di suguhi dengan banyak taman hingga gundukan pohon bambu. Suara gemerisik daun bambu di saat tertiup angin menambah syahdunya kehidupan kampung. Jujur, tempat ini sangat spesial bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang tenang,terutama yang akan berbulan madu.

Nuansa unik dan tradisional juga terlihat dari adanya perahu di penginapan yang ada di tengah situ. Perahu ini di siapkan untuk wisatawan yang akan mengeksplorasi keindahan danau. Tak sedikit juga wisatawan yang memanpaatkannya untuk memancing dan menjala ikan.

Bila kita kebetulan menginap di area situ sampireun, kita akan di suguhi kesenian tradisional calung setiap sorenya. Kesenian ini pernah jaya di tahun 90an di jawa barat, namun kini sudah hampir punah di daerah selain sampireun ini. Kita bisa menikmati seni tradisional ini sembari mengudap sakoteng yang di jajakan di area sekitar danau.

kampung Sampireun

By:
Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Cecep
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *