Hukum dan Kriminal

Mengenal Terduga Teroris Siska Versi Warga

By

on

Ciamis, resvolusi.news – Terduga orang yang akan melakukan aksi teror, Siska Nur Azizah dikenal sebagai orang yang pintar dan pendiam. Terduga Teroris Siska meninggalkan kampungnya, saat mulai sekolah SMK di Ciamis.

Perempuan asal Kampung Legok 1 Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis itu, ditangkap polisi, saat diduga akan melakukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob di Mako Brimob.

Sekertaris Desa Indragiri Asep Muslih mengaku mengenal pribadi Siska cukup lama. Sebab orang tua Siska bekerja sebagai perangkat desa bersamanya. Selama ini, ia mengingat Siska mempunyai otak yang encer dibanding dua saudaranya.

“Orangnya pinter selalu ranking dapat beasiswa terus dan pendiam juga. jarang gaul. Kalau pulang sekolah langsung di rumah saja enggak keluar,” katanya pada wartawan saat dikunjungi di kediamannya,dikutip dari republika Minggu (13/5/2018).

Siska hanya tinggal di kampungnya hingga usia sekolah menengah pertama. Selanjutnya, Siska sekolah di luar kampung.

Saat menempuh jenjang SMK, Siska sekolah di kawasan perkotaan Ciamis hingga memilih kost karena jaraknya dengan rumah cukup jauh, sekitar 20 kilometer. Selanjutnya, Siska berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

“Pas SMK dan kuliah kan nge-kost jadi jarang pulang. Paling tiga bulan sekali. Bahkan pas kuliah lebih jarang pulang,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, ia meyakini bahwa benar Siska lah yang ditangkap oleh Mako Brimob. Hanya saja, Asep sulit percaya kalau Siska dapat melakukan tindakan diduga menyerang polisi.

“Dari foto memang warga saya. Keluarganya perangkat desa jadi kenal. Sudah diklarifikasikan ke orang tuanya. Tapi saya sendiri belum percaya dia kayak gitu (diduga berencana menyerang polisi),” ujarnya.

Siska ditangkap bersamaan dengan Dita Siska Millenia. Dari tangan Siska polisi menyita sebuah gunting yang diduga akan digunakan untuk  menyerang polisi.

Gunting itu diduga dipersiapkan kalau saat hendak memberikan bantuan ke para napi dihalangi polisi. Keduanya ditangkap oleh pihak Kepolisian pada hari Sabtu, (12/5) pukul 03.00 WIB di dekat Mako Brimob Kelapa Dua Depok saat ingin shalat subuh.

Editorial : (Tim Redaksi)
SumberTer : Republik.co.id
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Terduga orang yang akan melakukan aksi teror, Siska Nur Azizah dikenal sebagai orang yang pintar dan pendiam. Terduga Teroris Siska meninggalkan kampungnya, saat mulai sekolah SMK di Ciamis.

Perempuan asal Kampung Legok 1 Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis itu, ditangkap polisi, saat diduga akan melakukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob di Mako Brimob.

Sekertaris Desa Indragiri Asep Muslih mengaku mengenal pribadi Siska cukup lama. Sebab orang tua Siska bekerja sebagai perangkat desa bersamanya. Selama ini, ia mengingat Siska mempunyai otak yang encer dibanding dua saudaranya.

“Orangnya pinter selalu ranking dapat beasiswa terus dan pendiam juga. jarang gaul. Kalau pulang sekolah langsung di rumah saja enggak keluar,” katanya pada wartawan saat dikunjungi di kediamannya, Ahad (13/5).

Siska hanya tinggal di kampungnya hingga usia sekolah menengah pertama. Selanjutnya, Siska sekolah di luar kampung.

Saat menempuh jenjang SMK, Siska sekolah di kawasan perkotaan Ciamis hingga memilih kost karena jaraknya dengan rumah cukup jauh, sekitar 20 kilometer. Selanjutnya, Siska berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

“Pas SMK dan kuliah kan nge-kost jadi jarang pulang. Paling tiga bulan sekali. Bahkan pas kuliah lebih jarang pulang,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, ia meyakini bahwa benar Siska lah yang ditangkap oleh Mako Brimob. Hanya saja, Asep sulit percaya kalau Siska dapat melakukan tindakan diduga menyerang polisi.

“Dari foto memang warga saya. Keluarganya perangkat desa jadi kenal. Sudah diklarifikasikan ke orang tuanya. Tapi saya sendiri belum percaya dia kayak gitu (diduga berencana menyerang polisi),” ujarnya.

Siska ditangkap bersamaan dengan Dita Siska Millenia. Dari tangan Siska polisi menyita sebuah gunting yang diduga akan digunakan untuk  menyerang polisi.

Gunting itu diduga dipersiapkan kalau saat hendak memberikan bantuan ke para napi dihalangi polisi. Keduanya ditangkap oleh pihak Kepolisian pada hari Sabtu, (12/5) pukul 03.00 WIB di dekat Mako Brimob Kelapa Dua Depok saat ingin shalat subuh.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *