Desa

Masih Kurang Meratanya Pendistribusian Rastra Dibeberapa Wilayah Karawang

on

Karawang,revolusi.news

Sudah empat bulan lamanya beras sejahtera (rastra) tidak kunjung sampai ke sejumlah warga Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Padahal ditengah harga beras yang tinggi, warga kurang mampu sangat membutuhkannya.

Anih (62 tahun), mengatakan terakhir menebus rastra itu empat bulan yang lalu. Tetapi, warga juga kecewa. Biasanya, bisa menebus rastra sebanyak 10 liter. Terakhir kali menebus hanya tiga liter, dengan harga Rp 7.000.

Menurut Anih, warga miskin di kelurahan ini sangat membutuhkan rastra. Jadi, dirinya meminta supaya beras murah tersebut segera didistribusikan. Mengingat, harga beras di pasaran masih mahal. Harganya Rp 10 ribu ke atas per kilogramnya.

Jadi, bila rastra turun masyarakat di wilayah ini sangat terbantu. Sebab, bisa membeli beras dengan harga murah. Tetapi, sampai sekarang beras tersebut masih belum ada kejelasan.

Terpisah, dilansir revolusi.news, Selasa (20/2/2018), Kepala Bulog Sub Divre Karawang Mm Syaukani membenarkan bila di sejumlah wilayah rastra belum didistribusikan. Alasannya, masih dikoordinasikan dengan pemerintahan desa atau kelurahan setempat. Akan tetapi, untuk rastra selama 2017 sudah didistribusikan.

Adapun untuk stok rastra, Syaukani mengaku sampai saat ini masih cukup aman. Angkanya di atas 12 ribu ton. Stok ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan rastra selama enam bulan ke depan.

By:
Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Anton
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Rastra Di Karawang
Sudah empat bulan lamanya beras sejahtera (rastra) tidak kunjung sampai ke sejumlah warga Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Padahal ditengah harga beras yang tinggi, warga kurang mampu sangat membutuhkannya.

Anih (62 tahun), mengatakan terakhir menebus rastra itu empat bulan yang lalu. Tetapi, warga juga kecewa. Biasanya, bisa menebus rastra sebanyak 10 liter. Terakhir kali menebus hanya tiga liter, dengan harga Rp 7.000.

Menurut Anih, warga miskin di kelurahan ini sangat membutuhkan rastra. Jadi, dirinya meminta supaya beras murah tersebut segera didistribusikan. Mengingat, harga beras di pasaran masih mahal. Harganya Rp 10 ribu ke atas per kilogramnya.

Jadi, bila rastra turun masyarakat di wilayah ini sangat terbantu. Sebab, bisa membeli beras dengan harga murah. Tetapi, sampai sekarang beras tersebut masih belum ada kejelasan.

Terpisah, dilansir revolusi.news, Selasa (20/2/2018), Kepala Bulog Sub Divre Karawang Mm Syaukani membenarkan bila di sejumlah wilayah rastra belum didistribusikan. Alasannya, masih dikoordinasikan dengan pemerintahan desa atau kelurahan setempat. Akan tetapi, untuk rastra selama 2017 sudah didistribusikan.

Adapun untuk stok rastra, Syaukani mengaku sampai saat ini masih cukup aman. Angkanya di atas 12 ribu ton. Stok ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan rastra selama enam bulan ke depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *