Umum

Lonjakan Harga Garam Petani Karawang

By

on

Karawang, revolusi.news – Harga garam yang diproduksi para petani di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melonjak hingga mencapai Rp 3.000 per kilogram (kg). Lonjakan harga ini terjadi seiring dengan perbaikan kualitas komoditas tersebut.

“Sebelumnya, harga garam yang diproduksi petani Karawang hanya mencapai Rp 300-Rp 500 per kilogram. Sekarang sudah melonjak hingga Rp 3.000 per kilogram,” kata Sekretaris Dinas Perikanan Karawang Sari Nurmiasih, di Karawang, Sabtu (7/4).

“Ada penggunaan teknologi dalam memproduksi garam itu, sehingga kualitasnya bagus yang tentunya berdampak terhadap tingginya harga garam yang dihasilkan,” kata Sari.

Penggunaan teknologi dalam memproduksi garam tidak hanya memperbaiki kualitas, tetapi juga memperbaiki kuantitas garam. Waktu panen lebih cepat dengan menggunakan teknologi itu, yakni 14 hari atau dua pekan. Sedangkan jika memproduksi garam dengan menggunakan cara tradisional, itu membutuhkan waktu hingga 30 hari.

“Pada 2017, dari sekitar 1.000 hektare lahan tambak garam, bisa menghasilkan 2.000 ton garam dalam setahun,” kata dia.

Data Dinas Perikanan setempat, potensi garam di Karawang cukup tinggi. Selama ini, produksi garam di Karawang diperoleh dari empat kecamatan yakni di Kecamatan Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Tempuran dan Kecamatan Cilebar.

Editorial : (Tim Redaksi)
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Harga garam yang diproduksi para petani di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melonjak hingga mencapai Rp 3.000 per kilogram (kg). Lonjakan harga ini terjadi seiring dengan perbaikan kualitas komoditas tersebut.

“Sebelumnya, harga garam yang diproduksi petani Karawang hanya mencapai Rp 300-Rp 500 per kilogram. Sekarang sudah melonjak hingga Rp 3.000 per kilogram,” kata Sekretaris Dinas Perikanan Karawang Sari Nurmiasih, di Karawang, Sabtu (7/4).

“Ada penggunaan teknologi dalam memproduksi garam itu, sehingga kualitasnya bagus yang tentunya berdampak terhadap tingginya harga garam yang dihasilkan,” kata Sari.

Penggunaan teknologi dalam memproduksi garam tidak hanya memperbaiki kualitas, tetapi juga memperbaiki kuantitas garam. Waktu panen lebih cepat dengan menggunakan teknologi itu, yakni 14 hari atau dua pekan. Sedangkan jika memproduksi garam dengan menggunakan cara tradisional, itu membutuhkan waktu hingga 30 hari.

“Pada 2017, dari sekitar 1.000 hektare lahan tambak garam, bisa menghasilkan 2.000 ton garam dalam setahun,” kata dia.

Data Dinas Perikanan setempat, potensi garam di Karawang cukup tinggi. Selama ini, produksi garam di Karawang diperoleh dari empat kecamatan yakni di Kecamatan Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Tempuran dan Kecamatan Cilebar.

Harga garam
Harga garam
Harga garam
Harga garam
Harga garam
Harga garam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *