Hukum dan Kriminal

Ledakan di Rusunawa Wonocolo, Di Kira LPG Ternyata Bom

on

Siduarjo, revolusi.news – Terdengar enam ledakan dari lokasi ledakan di Rusunawa Wonocolo Blok B lantai 5, Minggu malam (13/5/2018).

Selain itu, terdengar pula rentetan suara tembakan dari lokasi ledakan di Rusunawa Wonocolo Blok B lantai 5. Ledakan terjadi setelah tim Jihandak memasuki lokasi ledakan. Namun sejauh ini belum diketahui sumber dari ledakan dan rentetan tembakan di lantai 5.

Sementara itu saksi mata yang juga penghuni Rusunawa Woncolo mengaku melihat dua bocah selamat pasca ledakan terjadi sebuah unit di Blok B lantai 5, Minggu (13/5/2018) malam. Warga rusun juga sempat melihat di dalam kamar itu terdapat tiga orang tergeletak dan bersimbah darah.

Dua bocah dan tiga orang dewasa itu diketahui adalah sebuah keluarga.

“Saya sempat melihat ke lokasi ledakan, keluarga mereka sudah tergeletak di dalam kamar semua bersimbah darah, tidak bergerak,” papar Puguh di lokasi kejadian, Minggu.

Penghuni Rusun Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, tentu saja kaget saat mendengar ledakan keras dari Blok B lantai 5, Minggu (13/5) malam . Banyak yang mengira itu ledakan elpiji, ternyata bom.

“Dikira ledakan tabung elpiji, tapi pas cek ke sana ternyata bukan. Tercium baru seperti kabel terbakar,” tutur M Nur Sholeh (25), penghuni rusun Wonocolo Blok B lantai 2 di lokasi, Senin (14/5/2018) dini hari.

Sholeh ikut melihat sumber ledakan yang merupakan kamar yang ditempati Anton dan keluarga. Ada 3 orang tergeletak. Dan begitu tahu ledakan bersumber dari bom, penghuni berlarian. Beberapa warga membantu anak yang terluka.

Polisi melarang warga Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jatim, untuk kembali ke unitnya masing-masing sampai siang nanti. Sejumlah penghuni memilih mengungsi dan tidur di musala rusun.

“Saat ini penghuni masih kebingungan menginap di mana. Namun sebagian sudah menginap di musala,” kata salah satu penghuni blok B, Udin Suprayoga (44), di lokasi, Senin (14/5/2018).

Para penghuni menurutnya masih kebingungan sebab barang-barang miliknya masih berada di dalam unit. Sebagian warga juga masih berada di luar lokasi menunggu kepastian akan menginap di mana.

“Beberapa mengaku bingung. Mereka mau menginap di rumah saudara tapi barang masih di rusun semuanya,” ujarnya.

Total penghuni rusun dari blok A hingga D adalah 380 KK. Sedangkan lokasi ledakan berada di lantai 5 blok B.

Ledakan di Rusun Wonocolo terjadi pukul 21.20 WIB. 3 orang tewas akibat peristiwa tersebut. Mereka yang tewas adalah, Anton F (47), Puspita Sari (47, istri Anton), LAR (17, anak pertama Anton).

Ada juga 3 anak Anton yang luka-luka, yaitu, AR (15, anak kedua Anton), FP (11, anak ketiga Anton), GHA (11, anak keempat Anton). FP dan GHA dirawat di RS Bhayangkara.

Editorial : (Tim Redaksi)
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *