Desa

Lambatnya Pencairan Dana, Bikin 297 Desa Geleng Kepala

on

Karawang, revolusi.news – Rapat RAKORNAS yang digelar Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018). Rakornas diikuti oleh para aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah instansi, perwakilan pengurus Apdesi dan para Kades dari desa terbaik di setiap kabupaten.

Setelah pulang dari acara RAKORNAS Sekjen APDESI kabupaten Karawang (H Alek sukardi) langsung dipintai keterangan oleh awak media revolusi.news mempertanyakan prihal keterlambatan pencairan dana dari pemerintah tersebut.

“Saya tidak tahu padahal anggaran ADD tersebut sangat dibutuhkan oleh banyak pihak dari mulai Ketua rukun tetangga sebut saja(RT) sampai kepala desa (kades)” Ujar  Alek Sukardi.

Padahal Presiden jelas dalam pidatonya menginginkan agar Kepala Daerah dan perangkat OPD jangan mempersulit proses pencairan yang terpenting adalah pengawalan terhadap seluruh kegiatan yang didanai oleh dana pemerintah.

Yang ada sekarang ini terlalu teknis yang dipermasalahkan seperti RAB dan GAMBAR TEHNIK harus ke PUPR dan PRKP, sementara kita tahu ada berapa personil di 2 SKPD tersebut yang  harus melayani 297 Kades dengan berbagai macam jenis kegiatan kalau mau sebelum program digulirkan SKPD TEKNIS bikin Bintek ajari kita caranya biar semua desa mampu buat sendiri.

Kemudian SKPAD pun harus fokus dan kalau perlu tambah personil khusus untuk verifikasi permohonan pencairan yg dikirim oleh DPMD, “saya sampe geleng-geleng kepala berkas belum diverifikasi karena petugasnya sakit ya kalau sakitnya  2 hari,coba kalau sakitnya 2 bulan bisa ADD tidak akan cair,ini urusannya dengan perut” ungkap H Alek sukardi, Sekjen APDESI Kabupaten Karawang.

Karawang, revolusi.news – Rapat RAKORNAS yang digelar Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018). Rakornas diikuti oleh para aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah instansi, perwakilan pengurus Apdesi dan para kades dari desa terbaik di setiap kabupaten, Lambatnya Pencairan Dana, Bikin 297 Desa Geleng-geleng Kepala.

Setelah pulang dari acara RAKORNAS Sekjen APDESI kabupaten Karawang (H Alek sukardi) langsung dipintai keterangan oleh awak media revolusi.news mempertanyakan prihal keterlambatan pencairan dana dari pemerintah tersebut.

“Saya tidak tahu padahal anggaran ADD tersebut sangat dibutuhkan oleh banyak pihak dari mulai Ketua rukun tetangga sebut saja(RT) sampai kepala desa (kades)” Ujar  Alek Sukardi.

Padahal Presiden jelas dalam pidatonya menginginkan agar Kepala Daerah dan perangkat OPD jangan mempersulit proses pencairan yang terpenting adalah pengawalan terhadap seluruh kegiatan yang didanai oleh dana pemerintah.

Yang ada sekarang ini terlalu teknis yang dipermasalahkan seperti RAB dan GAMBAR TEHNIK harus ke PUPR dan PRKP, sementara kita tahu ada berapa personil di 2 SKPD tersebut yang  harus melayani 297 Kades dengan berbagai macam jenis kegiatan kalau mau sebelum program digulirkan SKPD TEKNIS bikin Bintek ajari kita caranya biar semua desa mampu buat sendiri.

Kemudian SKPAD pun harus fokus dan kalau perlu tambah personil khusus untuk verifikasi permohonan pencairan yg dikirim oleh DPMD “saya sampe geleng-geleng kepala berkas belum diverifikasi karena petugasnya sakit ya kalau sakitnya  2 hari,coba kalau sakitnya 2 bulan bisa ADD tidak akan cair,ini urusannya dengan perut” ungkap H Alek sukardi, Sekjen APDESI Kabupaten Karawang.

Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Dedi
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Asep. S
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *