Infrastruktur

Kembali Terjadi Keracunan Gas PT Pindo Deli II

on

Karawang, revolusi.news –  18 Mei 2018 pukul 00.00 Kembali terjadinya keracunan gas PT Pindo Deli II, kami mendapatkan informasi bahwa banyak korban berjatuhan akibat keracunan gas yang menghirup gas tersebut yang mengakibatkan banyaknya korban langsung di larikan ke Rumah Sakit guna untuk mendapatkan perawatan serta penanganan dokter terkait keracunan gas dengan total korban 41 orang.

Menurut  Cellica, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak bisa serta merta mengambil langkah tegas atas peristiwa keracunan tersebut. Yang pasti kasus tersebut akan ditindaklanjuti dengan melibatkan semua pihak, Rabu, 16 Mei 2018.

Wawan Kepala Dinas DLHK menandaskan, pihaknya menunggu hasil klarifikasi dari tim Pindo Deli II. Kemungkinan mengenai sanksi, jika temuan pihaknya punya kekuatan bukti, Wawan bilang, acuannya akan merujuk ke Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Sanksi itu bisa berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan ijin, atau pencabutan ijin. Kalau sanksi terberat dengan pencabutan ijin, itu harus melalui sidang pengadilan. Apabila terbukti ada kelalaian, ya paling kami mengambil tindakan ke pembekuan ijin. Setelah ada klarifikasi dari pihak Pindo Deli, nanti kami buat kesimpulan,” ujar Wawan ,Rabu, 16 Mei 2018.

Sungguh sangat dramatis ketika keterlambatan pemerintah Kabupaten  Karawang yang baru mengatakan berjanji akan menerjunkan Tim Auditor Independen ke PT Pindo Deli 2 untuk memeriksa instalasi yang terpasang di pabrik kertas itu. Hasil audit  nantinya akan dijadikan acuan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memgambil sikap terhadap pabrik yang telah beberapa kali menimbulkan keracunan tersebut, di saat Dinas Masih menunggu klarifikasi keracunan gas.

Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Mumuh / Agung PP
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Karawang, revolusi.news – Hari ini 18 Mei 2018 pukul 00.00 kami mendapatkan informasi bahwa banyak korban berjatuhan akibat keracunan gas yang menghirup gas tersebut yang mengakibatkan banyak nya korban langsung di larikan ke Rumah Sakit guna untuk mendapatkan perawatan serta penanganan dokter terkait keracunan gas dengan total korban 41 orang.

Menurut  Cellica, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak bisa serta merta mengambil langkah tegas atas peristiwa keracunan tersebut. Yang pasti kasus tersebut akan ditindaklanjuti dengan melibatkan semua pihak, Rabu, 16 Mei 2018.

Wawan Kepala Dinas DLHK menandaskan, pihaknya menunggu hasil klarifikasi dari tim Pindo Deli II. Kemungkinan mengenai sanksi, jika temuan pihaknya punya kekuatan bukti, Wawan bilang, acuannya akan merujuk ke Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Sanksi itu bisa berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan ijin, atau pencabutan ijin. Kalau sanksi terberat dengan pencabutan ijin, itu harus melalui sidang pengadilan. Apabila terbukti ada kelalaian, ya paling kami mengambil tindakan ke pembekuan ijin. Setelah ada klarifikasi dari pihak Pindo Deli, nanti kami buat kesimpulan,” ujar Wawan.

Sungguh sangat dramatis ketika keterlambatan pemerintah Kabupaten  Karawang yang baru mengatakan berjanji akan menerjunkan Tim Auditor Independen ke PT Pindo Deli 2 untuk memeriksa instalasi yang terpasang di pabrik kertas itu. Hasil audit  nantinya akan dijadikan acuan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memgambil sikap terhadap pabrik yang telah beberapa kali menimbulkan keracunan tersebut, di saat Dinas Masih menunggu klarifikasi keracunan gas.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *