Desa

Diduga Terhambatnya Pendistribusian Rastra Di Kecamatan Rengasdengklok Karena Ulah Oknum Kasi Kesos

By

on

Karawang,revolusi.news – Diduga tidak disetorkannya uang beras masyarakat sejahtera (Rastra) oleh oknum kasi kesos kecamatan Rengasdengklok kepada Bulog Sub Divre Karawang, pendistribusian Rastra desa Rengasdengklok Utara terhambat.

Hal tersebut terungkap, ketika dua bulan lebih, warga Rengasdengklok Utara mengeluh tidak mendapatkan beras Rastra seperti yang biasa mereka terima. Pasalnya desa-desa lainnya yang berada di kecamatan Rengasdengklok telah menerima pembagian Rastra tahun 2018 ini.

Kepala dusun Krajan 08 desa Rengasdengklok Utara, Endang (54) mengatakan bantuan RASTRA dari dinas sosial belum turun juga. Sedangkan, didesa lain, seperti didesa Rengasdengklok Selatan sudah diterima oleh warganya.

“hampir semua desa se_Kecamatan Rengas dengklok sudah menerima bantuan beras (RASTRA),”jelasnya, Minggu (4/3)
Padahal, ia mengaku, sudah dari jauh-jauh hari sebelumnya pihaknya beserta para kepala dusun sudah memberi uang sejumlah Rp 18 juta. Yang tujuannya adalah untuk menebus beras Rastra menutupi diahir tahun 2017 tahun lalu. Agar warga masyarakat di 8 dusun dan 51 RT didesa Rengasdengklok Utara tidak memgeluh menanyakan beras.

“Akan tetapi setelah memberikan uang pengelola beras bapa Fatah sampai saat ini belum kelihatan batang hidungnya. Oleh karena itu, yang dihawatirkan beras belum juga ditebus di Bulog Sub Divre, saya punya utang sama orang lain, “ucapnya.

Sementara itu, sekertaris desa (sekdes) Rengasdengklok Utara, Asep Jumawi (56) saat dikonfirmasi via telepon selulernya mengungkapkan hal lain. Menurutnya yang menjadi persoalan beras Rastra di desa Rengasdengklok Utara ialah belum dilunasi ke Bulog Sub Divre Kabupaten Karawang karena adanya keterlambatan membayar Raskin 2017. Hal tersebut membuat dirinya terpaksa harus berurusan dengan kejaksaan negeri Karawang.

” Akhirnya, saya juga dipanggil oleh Kejaksaan bersama kepala Bulog Sub Divre Karawang, disaksikan oleh pak Camat Asep Wahyu. Tujuan dari itu, untuk segera melunasi hutang piutang beras raskin sebesar Rp 13 juta. Namun hal itu, setelah ditanya baik itu sipengelola beras Patah dan kasi kesos Kecamatan pak Ahmad Sayuti. Ternyata, uang untuk membayar hutang beras raskin dipakai oleh pak Ahmad Sayuti selaku kesos Kecamatan,” ucapnya.

Ia mengatakan, di kejaksaan kasi kesos kecamatan Rengasdnegklok, Ahmad Sayuti mengakui telah memakai uang setoran Raskin tahun 2017 dari desa Rengasdengklok Utara untuk kepentingan pribadinya.
“Uang itu, tidak dikirim melalui transferan kepihak bank sebagian terpakai sebesar Rp 6,5 juta oleh kasi kesos. Melalui ini semoga pak Camat jangan menutup mata dalam kejadian ini. Karena faktanya, pak Ahmad Sayuti selaku kasi kesos Kecamatan Rengasdengklok bukan sekali dua kali, teti sering memakai uang raskin,” pungkasnya.
By:
Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Asep. S
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *