Kesehatan

Arya Permana Turun Bobotnya Hingga 83 Kg Jadi Sorotan Dunia

on

Karawang, revolusi.news – Arya Permana, yang dinobatkan sebagai anak paling gemuk di dunia asal Karawang, Jawa Barat, berhasil menurunkan berat badannya hingga 83 kilogram. Kisah Arya menekankan catatan pentingnya mencegah kegemukan pada anak.

Hal ini merupakan kabar gembira bagi Arya dan keluarga. Arya pun kini telah berhasil menurunkan berat badannya menjadi 109 kg. Ia pun setidaknya dapat beraktivitas kembali.

Anak laki-laki asal Desa Cipurwasari,Tegawaru – Karawang, saat ini amat jauh berbeda dibandingkan kondisinya satu tahun yang lalu. Ketika itu, Arya tidak bisa banyak bergerak dan hanya bisa berbaring di lantai rumahnya lantaran memiliki bobot tubuh hingga 192 kilogram. Media dari dalam dan luar negeri bahkan menyebut Arya sebagai anak paling gemuk sedunia.

 

Seperti dilansir News.com.au dengan judul “Arya Permana the worlds fattest boy has been dethroned after lossing a whopping 83Kg” ,dengan judul yang berbeda pada  New York Post ” Former ‘world’s fattest kid’ has lost 182 pounds” dan di lansir oleh ABC Online Media asal Negara Kangguru ini juga menyebutkan “World’s fattest boy and Indonesia’s media darling sheds heavy title after losing 83 kilograms” 

Kabar baiknya tidak hanya itu, karena sudah mengurangi bobot tubuh, kini Arya sudah dapat bermain keluar bersama teman-temannya dan berolahraga bareng. Suatu hal yang sulit dia lakukan setahun yang lalu.

Sedikit informasi, Arya sendiri terlahir dengan berat rata-rata bayi yaitu 3.1 kilogram. Memasuki usia dua tahun, berat badan Arya secara perlahan melonjak.

Bocah ini dikenal sangat hobi makan hingga bisa makan lima kali sehari dengan porsi yang besar atau setara porsi makanan dua orang dewasa untuk satu hari.

Dalam wawancara sebelumnya dengan The Sun, orangtua Arya, Rokayah dan Ade Somantri mengatakan bahwa mereka senang jika putranya dapat menjalani kehidupan normal.

“Kami sangat senang melihat dia menjalani hidup yang sehat. Dia sangat aktif dan dalam keadaan sehat. Tidurnya nyenyak dan tidak lagi sesak nafas. Dia juga bisa berjalan dan bermain tanpa mengeluh sesak napas,” kata Rokayah kepada The Sun.

Bukan tanpa masalah, orangtua Arya kini merasa cukup khawatir karena anaknya malah kesulitan makan dengan baik. Kata mereka, Arya sering memuntahkan makanannya karena mudah merasa kenyang.

Terkait dengan olahraga, menurut orangtuanya, Arya doyan sekali jalan. “Dia berjalan sepanjang 2 km setiap hari,” tambah orangtua.

arya permana

Anak laki-laki asal Desa Cipurwasari,Tegawaru – Karawang ini kini telah dapat beraktivitas kembali. Yang dulunya ia tak sanggup untuk berjalan 10 langkah ini, sekarang sudah bisa berjalan jauh. Bahkan ia terlihat dapat bermain dengan para temannya.

Tentu saja penurunan berat badan yang drastis ini bisa membuatnya bebas untuk beraktivitas. Namun sepertinya perjuangan Arya tidak sampai di sini. Ia harus menurunkan berat badannya hingga 83 kg.

Tim dokter masih terus memantau perkembangan tersebut. Arya masih diharuskan untuk menghindari minuman manis dan terus makan makanan yang sehat.

Kisah Arya ini menjadikan pembelajaran bahwa seorang anak pun bisa mengalami obesitas. tentu sebagai orang tua, diharuskan menjaga pola makan anak. Untuk Arya, semoga ia bisa mewujudkan tekadnya untuk terus menurunkan berat badan hingga normal.

Editorial : (Tim Redaksi)
Copyright © 2018 . Media Revolusi

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *