Olah Raga

Herrie Setyawan Mundur dari Persib

By

on

Bandung, revolusi.news – Mundurnya Herrie Setyawan dari posisi asisten pelatih Persib Bandung beberapa waktu sempat meninggalkan tanda tanya. Tiada angin tiada hujan, pria berkepala plontos itu memutuskan untuk fokus pada pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan meninggalkan karir kepelatihan yang sudah lama dirintisnya.

Ya, keputusan itu memang seolah tak masuk akal. Soalnya Herrie sudah sejak 2011 merintis karir kepelatihannya.

Bermula di tim Pelita Jaya sebagai asisten pelatih, kemudian berlanjut dengan posisi yang sama di Persib sejak 2013 hingga awal 2018. Yang mengherankan, ia justru mundur di saat sudah mengantongi lisensi A AFC yang notabene modal untuk bisa menjadi seorang pelatih kepala di tim Liga 1.

Lisensi itu pun didapatkan Herrie tidak mudah. Sebelumnya ia harus menempuh lisensi C AFC pada 2011 ketika mendampingi Djadjang Nurdjaman yang menjadi pelatih kepala Pelita Jaya saat itu.

Herrie Setyawan

Pada 2013, Herrie pun meningkatkan lisensiya menjadi B AFC. Di tahun yang sama ia kembali mendampingi Djadjang yang pulang kandang ke Persib.

Jalan panjang pun telah dilalui Herrie di Persib. Tak hanya menjadi pendamping Djadjang, ia pun pernah mendampingi Dejan Antonic dan Emral Abus.

Lisensi A AFC akhirnya dikantongi Herrie di penghujung Liga 1 2017, sehingga ia pun sebenarnya layak menjadi kandidat pelatih kepala Persib musim ini.

Kenyataannya, manajemen Persib kemudian mendaulat pelatih asal Argentina Roberto Carlos Mario Gomez sebagai pelatih kepala. Herrie pun harus rela kembali menjadi asisten sampai akhirnya mundur saat perjalanannya menuju puncak karirnya baru saja dimulai.

herrie setyawan persib 1.JPG

Menunggu peluang

Meskipun demikian, keputusan Herrie ternyata berbuah manis. Belum lama mengundurkan diri, ia ternyata mendapat tawaran untuk menangani PSM Makassar U-19 yang tentunya sebagai pelatih kepala.

Dikutip dari situs resmi Liga Indonesia, Herrie mengatakan, tawaran PSM terbilang menarik sehinggga ia pun tak lagi memikirkan fokus kepada pekerjaannya sebagai PNS. “Jika itu jalan yang terbaik, saya pasti ambil cuti tanpa tanggungan. Pastinya tawaran dari PSM sulit untuk ditolak,” ujarnya.

Menurut Herrie, lisensi A AFC yang ia pegang adalah alasan utama untuk kembali ke karir kepelatihan. Apalagi dengan lisensi itu ia hampir pasti akan menjadi pelatih kepala sekalipun harus memulai di tim U-19.

“Ini kesempatan emas buat karier dan masa depan kepelatihan. Target saya harus bisa meraih lisensi pelatih AFC Pro. Oleh karena itu saya harus melatih tim,” ujar Herrie.

Herrie menambahkan, saat ini memang belum ada kesepakatan kontrak dengan PSM U-19. “Untuk saat ini belum ada kesepakatan kontrak. Masih berproses. Kalau semua lancar mungkin pekan depan akan teken kontrak,” ucapnya.

Kabar tersebut membuat alasan utama Herrie mundur dari Persib kini terungkap. Bukan semata-mata ingin fokus sebagai PNS, tetapi menunggu peluang karir lebih baik yang memang pantas ia dapatkan.

Editorial : (Tim Redaksi)
Sumber : Pikiran Rakyat
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *