Komunitas

Gubernur Jabar Temui Serikat Pekerja di Gedung Sate

on

Bandung, revolusi.news – Perwakilan Serikat Pekerja Jawa Barat dan Kabupaten Karawang menemui Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang kerap disapa Aher, di Gedung Sate, Rabu (16/5/2018).

Pertemuan tersebut digelar untuk membahas Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

 “Ini usaha kami bertemu serikat pekerja mencari titik temu UMSK,” ujar Aher setelah pertemuan dengan Serikat Pekerja.

Untuk kasus UMSK Kabupaten Karawang, kata Aher, belum menemui titik temu karena angka yang diajukan serikat pekerja belum disepakati pihak pengusaha.

Sebelumnya dikabarkan, serikat pekerja di Karawang meminta kenaikan UMSK sebesar 8,7 persen sampai 9,2 persen.

UMSK Kabupaten Karawang sebelumnya sekira Rp 4,1 juta.

Aher juga mengatakan akan menampung masukan dari berbagai pihak mengenai angka UMSK Kabupaten Karawang.

Selain itu serikat pekerja juga ingin Gubernur menerbitkan SK mengenai UMSK agar menjadi acuan hukum bagi pekerja dan pengusaha.

“Pengusaha dan pekerja kurang nyaman sepanjang tidak ada regulasi yang menaungi, karena bisa dilanggar, bisa tidak disepakati kedua pihak kalau bipartit,” ujarnya.

Sedangkan untuk kasus UMSK Kabupaten Purwakarta, kata Aher, belum ada kesepakatan karena persyaratan pengajuan UMSK masih kurang.

“Oleh karenanya, insya Allah kami akan menemukan titik temu, sehingga SK untuk UMSK Kabupaten Karawang dan Purwakarta kami terbitkan,” ujarnya.

Editorial : (Tim Redaksi)
Copyright © 2018 . Media Revolusi

 

Bandung, revolusi.news – Perwakilan Serikat Pekerja Jawa Barat dan Kabupaten Karawang menemui Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang kerap disapa Aher, di Gedung Sate, Rabu (16/5/2018).

Pertemuan tersebut digelar untuk membahas Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

“Ini usaha kami bertemu serikat pekerja mencari titik temu UMSK,” ujar Aher setelah pertemuan dengan Serikat Pekerja.
Untuk kasus UMSK Kabupaten Karawang, kata Aher, belum menemui titik temu karena angka yang diajukan serikat pekerja belum disepakati pihak pengusaha.

Sebelumnya dikabarkan, serikat pekerja di Karawang meminta kenaikan UMSK sebesar 8,7 persen sampai 9,2 persen.

UMSK Kabupaten Karawang sebelumnya sekira Rp 4,1 juta.

Aher juga mengatakan akan menampung masukan dari berbagai pihak mengenai angka UMSK Kabupaten Karawang.

Selain itu serikat pekerja juga ingin Gubernur menerbitkan SK mengenai UMSK agar menjadi acuan hukum bagi pekerja dan pengusaha.

“Pengusaha dan pekerja kurang nyaman sepanjang tidak ada regulasi yang menaungi, karena bisa dilanggar, bisa tidak disepakati kedua pihak kalau bipartit,” ujarnya.

Sedangkan untuk kasus UMSK Kabupaten Purwakarta, kata Aher, belum ada kesepakatan karena persyaratan pengajuan UMSK masih kurang.

“Oleh karenanya, insya Allah kami akan menemukan titik temu, sehingga SK untuk UMSK Kabupaten Karawang dan Purwakarta kami terbitkan,” ujarnya.
Editorial : (Tim Redaksi)
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *