Hukum dan Kriminal

Salah DIAGNOSA Berakibat Fatal, Dokter dan Lab RSIA Titian Bunda Saling MENYALAHKAN!

on

Karawang, revolusi.news -Kejadian akibat kesalahan diagnosa yang dialami oleh Ibu Amidah yang berakibat cukup fatal dikarenakan dimana Ibu Amidah harus kehilang calon bayi yang ada dalam kandungan rahimnya. Pada tanggal 07/05/2018 Ibu Amidah mendatangi Rumah Sakit Titian Bunda untuk berobat atas keluhan sakit dalam area perut dan cek kehamilan. Hasil pemeriksaan yang dinyatakan bahwa Amidah tidak sedang hamil ( negatif ) dan terkena penyakit Kista lalu Di beri obat penahan rasa sakit.

3-4 hari berselang, Amidah mengalami kontraksi hebat Berikut pendarahan, lalu dilarikan ke Rumah sakit izza, hasil pemeriksaan dinyatakan positif hamil, tapi dikarenakan Rumah Sakit izza kurang peralatan medis untuk diagnosa lebih dalam maka si pasien dirujuk ke Rumah Sakit Karya Husada untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam

Hasilnya tidak berbeda dengan hasil diagnosa sebelumnya di Rumah Sakit izza, dokter yang menangani Amidah di Rumah Sakit Karya Husada pun menyatakan si pasien positif hamil. tapi sangat disesalkan bahwa kondisi sijanin sudah hancur, maka Amidah disararankan untuk diambil tindakan operasi.

Rumah Sakit Titian Bunda

Melihat kronologisnya patut diduga ada kelalaian Atas tindakan penanganan pasien yang di lakukan Rumah Sakit Titian Bunda tempat awal Amidah diperiksa. Menindak lanjut keterangan ibu Amidah ke pada wartawan revolusi. Maka wartawan revolusi mendatangi Rumah Sakit Titian Bunda guna mengklarifikasi atas informasi tersebut, namun sangat di sayangkan, pihak Rumah Sakit Titian Bunda tidak memberikan keterangan yang detail, bahkan lebih parahnya lagi dokter kandungan dan laboratorium saling menyalahkan.

Atas kondisi tersebut Pihak korban berharap adanya i’tikad baik dari pihak Rumah Sakit Titian Bunda, melihat kerugian yang di sebabkan atas hasil diagnosa yang salah. bukan hanya kerugian waktu, materi, bahkan kerugian psikologi di rasakan keluarga atas nasib malang calon bayi/ janin ibu Amidah.

Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Hilmi
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Tgl 7 mei Ibu Amidah mendatangi Rumah Sakit Titian Bunda untuk berobat atas keluhan sakit dalam area perut dan cek kehamilan. Hasil pemeriksaan yang dinyatakan bahwa Amidah tidak sedang hamil ( negatif ) dan terkena penyakit Kista lalu Di beri obat penahan rasa sakit.

3-4 hari berselang, Amidah mengalami kontraksi hebat Berikut pendarahan, lalu dilarikan ke Rumah sakit izza, hasil pemeriksaan dinyatakan positif hamil, tapi dikarenakan Rumah Sakit izza kurang peralatan medis untuk diagnosa lebih dalam maka si pasien dirujuk ke Rumah Sakit Karya Husada untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam

Hasilnya tidak berbeda dengan hasil diagnosa sebelumnya di Rumah Sakit izza, dokter yang menangani Amidah di Rumah Sakit Karya Husada pun menyatakan si pasien positif hamil. tapi sangat disesalkan bahwa kondisi sijanin sudah hancur, maka Amidah disararankan untuk diambil tindakan operasi.

Rumah Sakit Titian Bunda

Melihat kronologisnya patut diduga ada kelalaian Atas tindakan penanganan pasien yang di lakukan Rumah Sakit Titian Bunda tempat awal Amidah diperiksa. Menindak lanjut keterangan ibu Amidah ke pada wartawan revolusi. Maka wartawan revolusi mendatangi Rumah Sakit Titian Bunda guna mengklarifikasi atas informasi tersebut, namun sangat di sayangkan, pihak Rumah Sakit Titian Bunda tidak memberikan keterangan yang detail, bahkan lebih parahnya lagi dokter kandungan dan laboratorium saling menyalahkan.

Atas kondisi tersebut Pihak korban berharap adanya i’tikad baik dari pihak Rumah Sakit Titian Bunda, melihat kerugian yang di sebabkan atas hasil diagnosa yang salah. bukan hanya kerugian waktu, materi, bahkan kerugian psikologi di rasakan keluarga atas nasib malang calon bayi/ janin ibu Amidah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *