Investigasi

Disinyalir PT Denki Engineering Melakukan Pelanggaran Undang Undang Ketenaga Kerjaan

on

Karawang,revolusi.news (09/02/2018)

Upah murah yang tidak sesuai dengan UMK Kabupaten Karawang ini dialami oleh para pekerja proyek PT DENKI ENGINEERING , perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor bangunan di kawasan kawasan yang ada di wilayah Kabupaten Karawang yang hanya membayar upah buruh harian sebesar Rp.35.400,-(gaji pokok), Rp.18.000,- (uang transfort) dan Rp. 18.000,- (uang makan) dengan total pengupahan perhari Rp.71.400,-, dan parahnya lagi menurut beberapa pekerja yang sempat diwawancara langsung oleh tim investigasi revolusi.news di lokasi tempat kerjanya (MA) menuturkan bahwa upah yang mereka terima tidak sesuai dengan resiko dan keselamatan kerja yang mereka alami bahkan dapat dikatakan tidak berprikemanusiaan, salah satu rekan kerja (MA) menuturkan dengan upah kerja yang bisa dikatakan jauh dari UMK oleh pihak perusahaan, jujur dengan upah yang minim kami bahkan benar benar tidak bisa membiayai keluarga kami tuturnya.

PT DENKI ENGEINEERING

Hal ini pun dibenarkan oleh Suherman selaku Pimpinan Proyek Ketika team revolusi.news melakukan konfirmasi ke lokasi proyek,”Pengupahan ini sudah sesuai dengan standard pengupahan yang ditentukan oleh pihak PT DENKI ENGEINEERING”. Ucapnya.

Masih menurut Suherman bahkan PT DENKI ENGINEERING pun telah melakukan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan para pekerja, dan tanpa ada unsur paksaan,Jelasnya.

Dan ketika team revolusi.news menanyakan tentang PKWT ini “Apakah pihak disnakertrans karawang mengetahui nya pak ?”
Kami tidak berwenang menjelaskan hal ini tentang pengupahan buruh harian, dan kewenangan pun ada di pihak pusat PT DENKI ENGINEERING. tuturnya.

Sementara hal ini bertentangan dengan UUD 1945 pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28 D ayat (2) UUD 1945 tentang Upah layak apalagi jika mengacu kepada Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 pasal 88 ayat (1) dan pasal 90 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 Tentang Upah Minimum. Dalam hal ini PT DENKI ENGINEERING diduga melanggar ketentuan pasal 185 ayat (1) UU Nomor 13 tahun 2003.

By:
Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Agung Pp
Copyright © 2018 . Media Revolusi

2 Comments

  1. Gue

    12 Februari 2018 at 20:10

    Hanya pasrah dan hanya bisa diam aja karna takut di pecat

    • Gue

      13 Februari 2018 at 18:14

      Kasian tuh harus naikin gajinya…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *