Investigasi

Disinyalir PT Denki Engineering Melakukan Pelanggaran Undang Undang Ketenaga Kerjaan, Tidak Memberikan Upah Yang Sesuai Kepada Para Pekerjanya

on

Denki Engineering

Karawang, revolusi.news (05/02/2018)

Upah murah yang tidak sesuai dengan UMK Kabupaten Karawang ini dialami oleh para pekerja proyek PT DENKI ENGINEERING , perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor bangunan di kawasan kawasan yang ada di wilayah Kabupaten Karawang yang hanya membayar upah buruh harian sebesar Rp.35.400,-(gaji pokok), Rp.18.000,- (uang transfort) dan Rp. 18.000,- (uang makan) dengan total pengupahan perhari Rp.71.400,-, dan parahnya lagi  menurut beberapa pekerja yang sempat diwawancara langsung oleh tim investigasi Media Revolusi di lokasi tempat kerjanya (MA) menuturkan bahwa upah yang mereka terima tidak sesuai dengan resiko dan keselamatan kerja yang mereka alami bahkan dapat dikatakan tidak berprikemanusiaan, salah satu rekan kerja (MA) menuturkan selama bekerja dalam hal keselamatan kerja juga kurang diperhatikan sehingga resiko kerjanya sangat tinggi apalagi dengan upah kerja yang bisa dikatakan jauh dari UMK oleh pihak perusahaan, jujur dengan upah yang minim kami bahkan benar benar tidak bisa membiayai keluarga kami tuturnya.

Upah buruh yang tidak sesuai dengan kesejahteraan buruh dan resiko yang dihadapi setiap harinya serta kegelisahan yang dialami oleh para buruh kontraktor ini perlu penanganan dari pihak-pihak yang berkompeten untuk menyelesaikan, agar tidak menjadi kesewenang wenangan para pengusaha perusahaan kontraktor dalam memberikan upah murah di kabupaten karawang.

By:
Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Agung
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Upah murah yang tidak sesuai dengan UMK Kabupaten Karawang ini dialami oleh para pekerja proyek PT DENKI ENGINEERING , perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor bangunan di kawasan kawasan yang ada di wilayah Kabupaten Karawang yang hanya membayar upah buruh harian sebesar Rp.35.400,-(gaji pokok), Rp.18.000,- (uang transfort) dan Rp. 18.000,- (uang makan) dengan total pengupahan perhari Rp.71.400,-, dan parahnya lagi menurut beberapa pekerja yang sempat diwawancara langsung oleh tim investigasi Media Revolusi di lokasi tempat kerjanya (MA) menuturkan bahwa upah yang mereka terima tidak sesuai dengan resiko dan keselamatan kerja yang mereka alami bahkan dapat dikatakan tidak berprikemanusiaan, salah satu rekan kerja (MA) menuturkan selama bekerja dalam hal keselamatan kerja juga kurang diperhatikan sehingga resiko kerjanya sangat tinggi apalagi dengan upah kerja yang bisa dikatakan jauh dari UMK oleh pihak perusahaan, jujur dengan upah yang minim kami bahkan benar benar tidak bisa membiayai keluarga kami tuturnya.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *