Investigasi

Diduga Telah Terjadi Penggelapan Dana CSR Dari PT.HK PATI Yang Dilakukan Oleh Mantan Oknum Lurah Parungmulya (ASP).

on

Karawang,revolusi.news

Masyarakat Desa Parungmulya mengeluhkan kekurang perdulian dari perusahan atau industri yang ada disekitar wilayah tempat tinggal mereka, padahal secara langsung mereka adalah warga sekitar yang terkena dampak kebisingan ataupun polusi dari industri tersebut, Pada saat Tim Media Revolusi.news melakukan peliputan bencana banjir yang melanda warga Desa Parungmulya, salah seorang warga (WRY) mengungkapkan “bahwa bencana banjir yang menimpa warga parungmulya itu terjadi pada setiap musim penghujan dan warga sangat menyayangkan karna tidak pernah ada inisiatif dari pihak-pihak terkait untuk mengatasi banjir musiman yang terjadi di wilayah Desa Parungmulya bertahun tahun, lebih jauh (WRY) mengungkapkan keluhan para warga sekitar yang terkena bencana banjir tentang kurang tanggap dan perdulinya pemilik perusahaan ataupun pengusaha limbah yang ada dilingkungannya, ketika banjir melanda lingkungan penduduk sekitar dimana perusahaan dan lampak pengusaha limbah itu berada,tuturnya”

Revolusi.news

Pasalnya ketika dimintai keterangan oleh Tim Media Revolusi pihak menejemen perusahaan PT HK PATI dan Pengusaha pengelola limbah H. Toha memberikan keterangan bahwa dana CSR tersebut telah diberikan langsung kepada Masyarakat dilingkungan Parungmulya Khususnya, yang rinciannya senilai 15 Juta diberikan untuk pemukiman Griya dan 10 Juta diberikan ke Parungmulya melalui Mantan Lurah Parungmulya (ASP)” Tuturnya.

Dan pihak menejemen PT HK PATI pun menambahkan “Sebenarnya PT HK PATI dan H. Toha telah memberikan bantuan secara berkala setiap bulannya, sesuai dengan bukti hasil kesepakatan antara PT Hk PATI beserta H. TOHA dengan perwakilan masyarakat Desa Parungmulya pada waktu itu (ASP) ketika masih menjabat sebagai Lurah Desa Parungmulya” Tuturnya.

Namun Warga menyangkal diwaktu yang sama saat ditemui tim Media Revolusi beberapa warga bahkan salah satu warga (WRY) memberikan keterangan”Benar warga pernah menerima dana kompensasi kebisingan sebesar 50 Ribu dan itupun hanya sekali dari semenjak PT HK PATI beroperasi” Tuturnya.

Dalam hal ini sebenarnya H. Toha selaku pengusaha pengelola limbah PT HK PATI telah banyak memberikan sumbangsih ataupun bantuannya kepada Masyarakat Desa Parungmulya, namun dalam implementasi pelaksanaannya diduga telah terjadi penyelewengan anggaran dana CSR oleh mantan Lurah (ASP), melaui tim Media Revolusi saat dikonfirmasi H. Toha memberikan keterangan kepada tim Media Revolusi “Tidak benar kalau PT HK PATI dengan saya sebagai pengelola limbah PT HK PATI tidak pernah memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar PT HK PATI dan lampak pengelolaan limbah saya” Pungkasnya.

By:
Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : AG
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *