Sosial

Cawagub Dedi Mulyadi Blusukan Meski Hari Lebaran

By

on

Subang, revolusi.news – Calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan kebiasaan tidak lazim. Alih-alih merayakan Idulfitri dengan penuh kegembiraan, Dedi Mulyadi itu malah kukurusukan ke tengah sawah.

Hal tersebut dia lakukan bukan tanpa sebab. Usai melaksanakan salat Idulfitri bersama warga. Dia diberitahu oleh salah seorang warga bahwa ada seorang kakek yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Lokasi tempat Dedi Mulyadi salat dengan alamat rumah kakek itu terbilang cukup jauh. Dedi Mulyadi salat di kampung halamannya, Desa Sukadaya, Kecamatan Purwadadi, Subang.

Sementara rumah kakek tersebut terletak di Desa Karang Mukti, Kecamatan Cipeundeuy, Subang. Tak lama usai bermaafan bersama warga, kader Nahdlatul Ulama itu langsung bergegas.

Dalam siaran pers yang diterima Pikiran Rakyat disebutkan, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih sejam dan menyusuri pematang sawah, Dedi Mulyadi sampai di lokasi.

Informasi yang diperolehnya ternyata benar. Kakek tersebut tinggal di gubuk yang berdiri di atas tanah milik orang lain. Tepatnya, milik sang empunya sawah yang digarap sang kakek.

Abah Karim (67), nama kakek tersebut. Dia tinggal bersama istrinya, Mak Lasem (65). Selain itu, ketiga cucunya turut menghuni gubuk yang berdampingan dengan kandang domba itu.

Mereka adalah Reva (16), Adit (14) dan Deana (5). Ibu dan ayah ketiga cucunya itu sudah meninggal dunia.

“Saya mah hanya kuli di sini Pak. Ini domba juga punya tuan saya. Di sini, saya tinggal bareng istri dan cucu,” kata Abah Karim, Jumat 15 Juni 2018 sore.

Muliakan anak yatim piatu

Rambut bercat pirang milik Adit ternyata menarik perhatian Dedi Mulyadi. Dia terkaget karena gaya rambut itu termasuk tidak lazim untuk anak di kampung.

Kepada Adit, dia memberikan wejangan bahwa membantu kakek dan neneknya bekerja adalah jauh lebih penting.

“Adit seharusnya belajar prihatin. Bantu kakek sama nenek di sini. Jangan kebanyakan bergaul tidak jelas. Kamu harus rajin sekolah agar bisa mengubah nasib keluarga,” katanya.

Biaya sekolah Reva dan Adit kemudian ditanggung Dedi Mulyadi. Dia juga meminta kolega juragan ternaknya untuk memberikan beberapa domba kepada Abah Karim.

Ini bertujuan agar kakek itu tidak bergantung pada bagi hasil ternaknya dengan sang tuan. Nantinya, hasil ternak itu bisa ditabung untuk biaya pendidikan Deana.

“Abah, ini cucu Abah saya jadikan anak angkat. Saya sekolahkan sampai menjadi sarjana. Abah nanti ternak sendiri ya, biar tidak harus menunggu bagi hasil,” ujarnya.***

Bagaimana pengalaman menarik seputar liburan Anda ? Ceritakan pengalaman dan foto Anda dengan mengirim e-mail ke [email protected] Pengalaman Anda bisa jadi berguna bagi pembaca revolusi.news lainnya. Jangan lupa sertakan nomor seluler Anda agar bisa kami hubungi!

Editor : Redaksi
Sumber : Pikiran Rakyat
Copyright ©2018 Media Revolusi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *