Pemerintahan

Bupati Pimpin Deklarasi “Stop Kekerasan Pada Anak”

on

Karawang,revolusi.news – Pemda Kabupaten Karawang, KOMNAS Perlindungan Anak, Polres Karawang, dan Bhayangkari Cabang Karawang mendeklarasikan “Stop Kekerasan Pada Anak” di Kabupaten Karawang pada Jum’at, (6/4). Dihadiri oleh Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait, Komnas Perlindungan Anak Pusat Bimasena, Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, dan Ketua Bhayangkari Cabang Karawang Ny. Feyuli Hendy.

Deklarasi yang bertemakan “Seribu Peluit Sebagai Deteksi Dini Kekerasan Pada Anak” melibatkan ribuan siswa/i TK Se-Kabupaten Karawang.

Tujuan terselenggarakannya kegiatan ini guna meningkatkan kesadaran, kepekaan, serta kepedulian masyarakat Karawang untuk mencegah kekerasan terhadap anak yang semakin hari semakin memprihatinkan. Karena menurut data yang di miliki KPAI di akhir tahun 2017 kasus kekerasan terhadap anak sudah mencapai 26.954, ditambah lagi kasus yang muncul diawal tahun ini.

Bupati Karawang menyampaikan, dengan mendeklarasikan stop kekerasan terhadap anak berharap angka kasus kekerasan terhadap anak dapat berkurang khususnya di Kabupaten Karawang. Karena dengan jumlah penduduk Karawang kurang lebih 2,5 juta ini sangat rentan sekali kekerasan terhadap anak dapat terjadi.

Oleh sebab itu dirinya menghimbau kepada masyarakat Karawang khususnya anak-anak agar jangan takut untuk melaporkan bila kekerasan terhadap dirinya terjadi dan guna peluit sebagai tanda bahwa dirinya telah mengalami tindak kekerasan oleh siapapun.

Bupati Karawang, Kapolres Karawang, Camat Karawang Barat, dan RSUD Karawang mendapatkan penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak dalam menangani kasus bayi Callista yang meninggal ditangan ibu kandungnya sendiri.

Stop Kekerasan Pada Anak

Editorial : (Tim Redaksi)
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Pemda Kabupaten Karawang, KOMNAS Perlindungan Anak, Polres Karawang, dan Bhayangkari Cabang Karawang mendeklarasikan “Stop Kekerasan Pada Anak” di Kabupaten Karawang pada Jum’at, (6/4). Dihadiri oleh Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait, Komnas Perlindungan Anak Pusat Bimasena, Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, dan Ketua Bhayangkari Cabang Karawang Ny. Feyuli Hendy.

Deklarasi yang bertemakan “Seribu Peluit Sebagai Deteksi Dini Kekerasan Pada Anak” melibatkan ribuan siswa/i TK Se-Kabupaten Karawang.

Tujuan terselenggarakannya kegiatan ini guna meningkatkan kesadaran, kepekaan, serta kepedulian masyarakat Karawang untuk mencegah kekerasan terhadap anak yang semakin hari semakin memprihatinkan. Karena menurut data yang di miliki KPAI di akhir tahun 2017 kasus kekerasan terhadap anak sudah mencapai 26.954, ditambah lagi kasus yang muncul diawal tahun ini.

Bupati Karawang menyampaikan, dengan mendeklarasikan stop kekerasan terhadap anak berharap angka kasus kekerasan terhadap anak dapat berkurang khususnya di Kabupaten Karawang. Karena dengan jumlah penduduk Karawang kurang lebih 2,5 juta ini sangat rentan sekali kekerasan terhadap anak dapat terjadi.

Oleh sebab itu dirinya menghimbau kepada masyarakat Karawang khususnya anak-anak agar jangan takut untuk melaporkan bila kekerasan terhadap dirinya terjadi dan guna peluit sebagai tanda bahwa dirinya telah mengalami tindak kekerasan oleh siapapun.

Bupati Karawang, Kapolres Karawang, Camat Karawang Barat, dan RSUD Karawang mendapatkan penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak dalam menangani kasus bayi Callista yang meninggal ditangan ibu kandungnya sendiri.

Stop Kekerasan Pada Anak
Stop Kekerasan Pada Anak
Stop Kekerasan Pada Anak
Stop Kekerasan Pada Anak
Stop Kekerasan Pada Anak
Stop Kekerasan Pada Anak
Stop Kekerasan Pada Anak
Stop Kekerasan Pada Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *