Kesehatan

Bocah Berusia 11 Tahun Berharap Bisa Sembuh Dari Penyakitnya Dan Tetap Ingin Bersekolah

on

Karawang,revolusi.news

Selang tak berapa lama dari Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana pergi meninggalkan lokasi pengobatan gratis yang diadakan (08/02/18) oleh Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) Smile dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Muncul ditengah-tangah masyarakat peserta pengobatan gratis bocah perempuan berusia 11 tahun penderita Katarak, Ernawati warga Dusun Bengle Desa Dewisari Kecamatan Rengasdengklok yang mengalami cacat mata sejak masih kecil, yang membutuhkan penanganan khusus.

11 tahun

Putri dari Darim (49) dan Rasmi ini harus mengalami keterlambatan sekolah akibat derita pada penglihatannya yang ia alami sejak usia 3 bulan, tidak pernah patah semangat bocah tersebut masih tercatat sebagai siswa di SDN Dewisari III. Hanya sempat bertemu dengan Kepala Puskesmas Rengasdengklok dr. Siti Yulyana, yang menganjurkan bocah tersebut bersama orangtuanya untuk datang ke Puskesmas setempat.

Kepala Puskesmas Rengasdengklok, dr. Siti Yulyana menganjurkan kepada orangtua Ernawati untuk membawa anaknya berobat langsung ke Puskesmas yang dikepalainya untuk mendapatkan surat rujukan ke RSUD guna mendapatkan pengobatan lanjutan.

“Bawa ke Puskesmas dan kita buat surat rujukan untuk mendapat pengobatan lanjutan. Dengan menggunakan Jamkesda atau BPJS kan gratis,” katanya.

Sebelumnya pernah diberitakan beberapa media lokal Karawang tentang bocah tersebut yang berkeinginan sembuh dari penyakitnya tersebut dan keinginannya melanjutkan pendidikan.

“Saya maksain sekolah karena ingin pinter juga seperti temen-temen saya,” kata Ernawati kepada awak media beberapa waktu silam di rumah kediamanya.

Menurut Cunayah staf pengajar SDN Dewisari III, ia mengakui kecerdasan Erna saapan akrab Ernawati, dalam menerima pelajaran di sekolah, walau dengan kekurangan yang Erna miliki yaitu kurangnya daya penglihatannya, namun daya hafalnya dinilai kuat dan cepat memahami pelajaran.
Pasalnya, untuk membaca dan menghitung, Erna hapal sampai dengan perkalian kelipatan 50.

“Kalau disuruh baca memang gak bisa, karena memerlukan penglihatan, tapi dengan daya nalar yang kuat, ia sudah bisa menghafal semua huruf dan bisa membaca, sama halnya dengan hitungan perkalian,” kata Cunayah beberapa waktu silam.

By:
Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Mumuh
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *