Pemerintahan

Anggota DPRD Karawang Mangkir, di Upacara Hari Kebangkitan Nasional

By

on

Karawang, revolusi.news – Semua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Karawang mangkir dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional tingkat Kabupaten Karawang. Satu-satunya wakil rakyat yang hadir dalam upacara di Lapang Karangpawitan, Senin 21 Mei 2018 itu adalah Ketua DPRD, Toto Suripto.

Dari pantauan revolusi.news, kursi yang disiapkan untuk para wakil rakyat dalam upacara itu akhirnya diisi oleh jajaran eksekutif. Diduga hal itu sengaja dilakukan agar bangku-bangku yang di tempatkan di tribun upacara tidak terlihat kosong.

Menurut Sekretaris DPRD, Agus Mulyana, 49 legislator Karawang tersebut memang tidak dapat mengikuti upacara karena sedang melakukan kegiatan kunjungan kerja (Kunker) ke luar daerah. Beberapa di antaranya sedang ke Kementerian Dalam Negeri untuk berkonsultasi.

Namun demikian Agus tidak merinci daerah mana saja yang menjadi tujuan Kunker wakil ketua dan sejumlah anggota DPRD Karawang itu. “Mereka yang melakukan kunker adalah Panita Khusus yang sedang membahas sejumlah Reperda,” kata Agus.

Menurutnya, kehadiran Ketua DPRD, Toto Suripto dalan upacara itu  sudah mewakili para wakil rakyat secera keseluruhan. “Ketua DPRD  kan merupakan representasi legislatif kita,” kata Agus.

Ketidakhadarian para wakil rakyat dalam momentum Harkitnas mendapat kecaman dari sejumlah elemen masyarakat Karawang. Mereka menganggap para wakil rakyat tersebut kurang memiliki rasa nasionalisme.

“Kalau alasannya sedang melakukan kunjungan kerja, ya kurang masuk akal. Sebab jadwal kunker kan disusun sejak jauh-jauh-jauh hari. Masak sih penyusun jadwal tidak tahu pada hari ini bakal ada upacara Harkitnas,” kata seorang warga Telukjambe Barat, Asep Saefulloh.

Menurutnya, agenda kunjungan kerja tidak bisa dijadikan dalih bagi wakil rakyat untuk mangkir dalam upacara Harkitnas. Sebab, daerah yang dijadikan tujuan dalam Kuker itu, pastinya harus melakukan upacara yang sama.

“Apa waktunya tidak bisa digeser ke hari lain. Dan belum tentu juga kunker dilakukan berbarengan oleh semua wakil rakyat,” kata Asep.

Pemotongan TPP bagi pejabat ASN yang mangkir

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang  Asep Aang Rahmatullah mengatakan, jajaran eksekutif Pemkab Karawang pun ada yang tidak menghadiri upacara tersebut. Namun, sanksi bagi kalangan eksekutif cukup jelas yakni pemotongan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP).

“Pejabat eksekutif yang tidak hadir pada kegiatan ini,  TPP-nya dipotong 15 persen,” ujarnya.

Dari kalangan eksekutif yang tidak tampak hadir dalam upacara itu adalah Wakil Bupati Jimmy Ahmad Zamakhsyari. Jimmy memang sudah beberala kali tidak mengikuti acara seremonial pemerintahan setempat.

Bupati Cellica Nurrachadiana menyebutkan, upacara Harkitnas hendaknya dijadikan momentum untuk memperkokoh silaturahmi.

“Pejabat sudah saatnya berkumpul untuk menyamakan persepsi dalam membangun bangsa ini, khususnya di Kabupaten Karawang,” ujar Cellica.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *