Umum

AKBP Hendy F Kurniawan; Kecintaan saya terhadap tugas dan institusi melebihi apapun

on

Karawang, revolusi.news – Tindakan tegas Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, terhadap aksi ‘brutal’ massa pendemo PT Indotech Metal Nusantara (IMN) di Kawasan Industri KIIC Lot C-7  malah berujung pencopotan jabatan.
Sesuai surat telegram Kapolri nomor ST/1277/V/Kep/2018 tertanggal 9 Mei 2018, yang ditandatangai Karobinkar Brigjen Pol Eko Heri S, jabatan Kapolres Karawang, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, dimutasikan sebagai Pamen Bareskrim Polri ( diarahkan pada Dittipideksus).
AKBP Hendy digantikan AKBP Slamet Waloya yang sebelumnya menjabat Kassubagrenpers Bagren Rojianstra SSDM Polri.
Menilik pergantian dadakan pucuk pimpinan Kapolres Karawang, diduga akibat video viral tindakan tegas Hendy saat meredam aksi massa Karangtaruna Sukaluyu yang mendemo PT Indotech.
Di video tersebut AKBP Hendy lantang mengimbau massa aksi yang sempat anarkis merangsek dan menjebol pagar PT IMN saat aksi menuntut pengelolaan limbah scrub.
Kapolres saat itu didampingi Kapolsek Telukjambe Timur, Kompol Ahmad Mulyana, dan Kasat Sabara AKP Bambang Sumitro, berikan imbauan agar masa membubarkan diri karena aksinya disebut tak berijin.
Namun, dari imbauan tersebut, AKBP Hendy mengeluarkan ucapan tegas dalam memberikan imbauan dengan menyebut nama dua institusi Marinir dan Kopasus, yang saat itu turut serta bersama massa melakukan demo.
Ternyata, ucapan Hendy di video tersebut viral dan dianggap menyinggung institusi TNI. Bahkan, mucul video lain saat AKBP Hendy mengucapkan permintaan maaf kepada dua jajaran Marinir dan Kopassus didampingi dua orang berseragam loreng berbaret merah dan biru.
Kapolres yang menembak mati 16 begal semasa dipercaya menjabat di Karawang itu, mengucapkan pesan singkatnya kepada awak media setelah diketahui mendapat telegram mutasi. Hendy enggan menceritakan detail perihal penggantian jabatannya secara tiba-tiba itu.
“Kecintaan saya terhadap tugas dan institusi melebihi apapun. Songsong terus masa yang akan datang, biarlah yang bersalah menyelesaikan hukumannya,” singkatnya
Editorial : (Tim Redaksi)
Jurnalis : Muh
Copyright © 2018 . Media Revolusi

Karawang, revolusi.news – Tindakan tegas Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, terhadap aksi ‘brutal’ massa pendemo PT Indotech Metal Nusantara (IMN) di Kawasan Industri KIIC Lot C-7  malah berujung pencopotan jabatan.

Sesuai surat telegram Kapolri nomor ST/1277/V/Kep/2018 tertanggal 9 Mei 2018, yang ditandatangai Karobinkar Brigjen Pol Eko Heri S, jabatan Kapolres Karawang, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, dimutasikan sebagai Pamen Bareskrim Polri ( diarahkan pada Dittipideksus).

AKBP Hendy digantikan AKBP Slamet Waloya yang sebelumnya menjabat Kassubagrenpers Bagren Rojianstra SSDM Polri.

Menilik pergantian dadakan pucuk pimpinan Kapolres Karawang, diduga akibat video viral tindakan tegas Hendy saat meredam aksi massa Karangtaruna Sukaluyu yang mendemo PT Indotech.

Di video tersebut AKBP Hendy lantang mengimbau massa aksi yang sempat anarkis merangsek dan menjebol pagar PT IMN saat aksi menuntut pengelolaan limbah scrub.

Kapolres saat itu didampingi Kapolsek Telukjambe Timur, Kompol Ahmad Mulyana, dan Kasat Sabara AKP Bambang Sumitro, berikan imbauan agar masa membubarkan diri karena aksinya disebut tak berijin.

Namun, dari imbauan tersebut, AKBP Hendy mengeluarkan ucapan tegas dalam memberikan imbauan dengan menyebut nama dua institusi Marinir dan Kopasus, yang saat itu turut serta bersama massa melakukan demo.

Ternyata, ucapan Hendy di video tersebut viral dan dianggap menyinggung institusi TNI. Bahkan, mucul video lain saat AKBP Hendy mengucapkan permintaan maaf kepada dua jajaran Marinir dan Kopassus didampingi dua orang berseragam loreng berbaret merah dan biru.

Kapolres yang menembak mati 16 begal semasa dipercaya menjabat di Karawang itu, mengucapkan pesan singkatnya kepada awak media setelah diketahui mendapat telegram mutasi. Hendy enggan menceritakan detail perihal penggantian jabatannya secara tiba-tiba itu.

“Kecintaan saya terhadap tugas dan institusi melebihi apapun. Songsong terus masa yang akan datang, biarlah yang bersalah menyelesaikan hukumannya,” singkatnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *